Monyet Makaka di Gibraltar Konsumsi Tanah Akibat Makanan Turis

Monyet Makaka di Gibraltar Konsumsi Tanah Akibat Makanan Turis
Foto: Ilustrasi Monyet Makaka di Gibraltar Konsumsi Tanah Akibat Makanan Turis.

Populasi monyet makaka Barbary di Gibraltar dilaporkan mulai mengembangkan kebiasaan mengonsumsi tanah secara sengaja atau geofagia untuk meredakan gangguan pencernaan. Fenomena ini dipicu oleh konsumsi makanan cepat saji yang diberikan atau dicuri dari para wisatawan di kawasan The Rock of Gibraltar pada Jumat (24/4/2026).

Dilansir dari Detik Travel, para peneliti mengamati bahwa monyet yang paling sering berinteraksi dengan pengunjung cenderung mengonsumsi tanah dalam jumlah lebih besar. Sekitar 230 monyet makaka yang terbagi dalam delapan kelompok di wilayah tersebut rutin mendapatkan buah dan biji-bijian dari otoritas setempat, namun mereka tetap mengonsumsi camilan manusia.

Data penelitian menunjukkan bahwa hampir seperlima dari total asupan makanan monyet makaka berasal dari pemberian turis, seperti cokelat, es krim, hingga keripik. Monyet yang tinggal di area puncak, yang merupakan pusat keramaian wisatawan, memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi untuk memakan makanan cepat saji dibandingkan kelompok lainnya.

Ahli ekologi perilaku primata di Universitas Cambridge, Dr. Sylvain Lemoine, menjelaskan bahwa gangguan pada mikrobioma usus menjadi alasan utama perilaku ini. Makanan yang tinggi lemak, garam, dan gula mengganggu populasi mikroba di saluran pencernaan monyet tersebut.

"Kami berpikir bahwa mengonsumsi makanan cepat saji ini mengganggu komposisi mikrobioma dan kami tahu bahwa bakteri dan mineral dalam tanah dapat membantu menyusun kembali mikrobioma dan mengurangi efek negatifnya," kata Lemoine.

Analisis lebih lanjut menemukan bahwa perilaku geofagia ini mencapai puncaknya selama musim liburan saat jumlah pengunjung meningkat. Sebaliknya, pada musim dingin ketika turis berkurang, kemungkinan monyet memakan tanah menurun hingga lebih dari 30 persen.

"Kami pikir ada efek perlindungan dari tanah," tambah Lemoine.

Hasil pengamatan yang diterbitkan dalam Scientific Reports mencatat 44 monyet memakan tanah dalam 46 kesempatan yang berbeda. Dalam beberapa kasus, monyet langsung mencari tanah sesaat setelah mereka mengonsumsi roti, biskuit, atau produk olahan susu lainnya.

"Ada banyak es krim. Mereka menyukai Magnum dan Cornetto. Yang tidak terlalu mereka sukai adalah sorbet," ungkap Lemoine.

Peneliti juga menyoroti risiko kesehatan lain karena lokasi pengambilan tanah berada di dekat jalan raya yang padat kendaraan. Kekhawatiran muncul mengenai tingkat polutan yang mungkin terkandung dalam tanah yang dikonsumsi oleh para primata tersebut.

"Ada banyak kendaraan yang lewat setiap hari, dan sebagian besar belum menggunakan listrik. Kami ingin menganalisis tanahnya. Kami sangat tertarik untuk melihat tingkat polutannya," kata Lemoine.

Meskipun terdapat larangan resmi untuk memberi makan atau menyentuh monyet di Upper Rock Nature Reserve, penegakan aturan tersebut dinilai masih lemah. Saat ini, para ahli terus memantau dampak jangka panjang dari perubahan pola makan ini terhadap kelangsungan hidup satu-satunya populasi monyet liar di Eropa tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi