Insiden kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengakibatkan seorang pedagang tahu tewas setelah ditabrak di Jalan Kalimantan Raya, Bekasi Timur, pada Selasa (12/5/2026).
Mobil jenis Daihatsu Grandmax tersebut dilaporkan menghantam dua gerobak pedagang di pinggir jalan setelah pengemudi kehilangan kendali saat melintasi tikungan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Gefri Agitia mengungkapkan bahwa warga setempat sering mengeluhkan perilaku berkendara sopir mobil operasional tersebut yang kerap mengebut di area pemukiman yang sempit.
"Memang sering ada keluhan dari masyarakat, mobil ini kerap melaju dengan kecepatan tinggi di jalan sempit," ujar Gefri kepada awak media, Selasa (12/5/2026).
Penyelidikan awal menunjukkan kendaraan tersebut melaju dari arah dapur SPPG yang berlokasi tidak jauh dari tempat kejadian perkara menuju lokasi pengiriman sebelum kecelakaan terjadi.
"Sementara ini kami masih mendalami. Tadi sudah dilakukan olah TKP, kemudian juga sudah mengumpulkan para saksi. Untuk CCTV juga sudah kami minta," kata dia.
Sopir diduga berupaya menghindari sepeda motor yang melaju di depannya, namun justru melakukan kesalahan teknis saat berusaha mengendalikan laju kendaraan operasional Makanan Bergizi Gratis tersebut.
"Sopir tidak sempat menginjak rem, tetapi injak gas. Sehingga dia banting setir dengan kecepatan penuh dan menabrak dua gerobak yang berjualan di sekitar lokasi," ujar Gefri.
Korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Sanoeri (41), seorang pedagang tahu goreng yang sempat mendapat perawatan akibat luka berat di kepala, sementara dua korban lain mengalami luka-luka.
"Untuk sopir sementara hanya luka ringan dan sudah kami amankan di Satlantas untuk dilakukan pendalaman," kata Gefri.
Pihak kepolisian saat ini tengah memproses keterangan dari tiga orang saksi serta berencana memanggil pengelola SPPG untuk mempertanggungjawabkan operasional kendaraan bernomor polisi B-9007-TXZ tersebut.
"Iya, kami lagi dalami juga. Semua akan dipanggil untuk menemui titik terang," ujar Gefri.