Mitos Asal Usul Minyak Bumi dari Fosil Dinosaurus Terbantahkan

Mitos Asal Usul Minyak Bumi dari Fosil Dinosaurus Terbantahkan
Foto: Ilustrasi Mitos Asal Usul Minyak Bumi dari Fosil Dinosaurus Terbantahkan.

Gagasan populer bahwa minyak bumi berasal dari fosil dinosaurus merupakan sebuah kekeliruan ilmiah yang telah lama melekat dalam pemikiran masyarakat global. Dilansir dari Detik iNET pada Jumat (15/5/2026), para ahli geologi menyatakan bahwa sumber utama minyak mentah sebenarnya adalah triliunan organisme kecil berupa alga dan plankton.

Ahli geologi dari University of Oslo, Reidar M├╝ller, memberikan penjelasan teknis mengenai proses pembentukan bahan bakar tersebut yang melibatkan mikroorganisme dasar laut. M├╝ller menekankan bahwa material organik tersebut mengalami proses alami selama ratusan juta tahun.

"Entah kenapa gagasan bahwa minyak berasal dari dinosaurus masih melekat di benak banyak orang, tetapi minyak sebenarnya berasal dari triliunan alga dan plankton kecil," jelas ahli geologi Reidar M├╝ller dari University of Oslo kepada Science Norway.

Proses ini bermula ketika alga dan plankton mati lalu tenggelam ke dasar laut, membentuk lapisan sedimen setebal berkilo-kilo meter. Di bawah pengaruh panas dan tekanan tinggi dalam lingkungan minim oksigen, material ini berubah menjadi batuan sumber yang memproduksi cairan hitam kental.

Secara historis, ilmuwan Rusia Mikhail Lomonosov telah mengusulkan teori pembentukan minyak dari bahan organik yang terkompresi sejak tahun 1763. Namun, kesalahpahaman publik disinyalir diperkuat oleh kampanye pemasaran perusahaan minyak Sinclair pada Pameran Dunia Century of Progress tahun 1933 di Chicago.

"Para penulis iklan Sinclair pertama kali memiliki ide untuk menggunakan dinosaurus dalam pemasaran Sinclair pada tahun 1930. Mereka mempromosikan pelumas yang dimurnikan dari minyak mentah yang diyakini terbentuk ketika dinosaurus berkeliaran di bumi," demikian penjelasan situs web Sinclair.

Pihak perusahaan mengakui bahwa pemilihan maskot dinosaurus, khususnya jenis Apatosaurus, bertujuan untuk memikat hati publik Amerika Serikat kala itu. Meskipun minyak memang terbentuk pada periode yang sama dengan masa hidup dinosaurus, hal itu bukan berarti reptil raksasa tersebut adalah sumbernya.

"Kampanye aslinya mencakup selusin dinosaurus yang berbeda, tetapi raksasa yang lembut, Apatosaurus, yang berhasil memikat hati orang Amerika," sambungnya.

Ahli paleontologi dan geologi Amerika, Kenneth Lacovara, menilai bahwa strategi pemasaran tersebut telah menanamkan asosiasi visual yang kuat namun keliru dalam imajinasi publik. Penggunaan logo dinosaurus secara masif, termasuk dalam parade tahunan, memperkuat hubungan yang tidak tepat antara fosil dinosaurus dan minyak.

"Kampanye pemasaran mereka yang cerdik, menurut saya, telah memperkuat hubungan antara dinosaurus dan minyak dalam imajinasi publik, menanamkan hubungan yang salah ke dalam pikiran hampir semua orang," jelas ahli paleontologi dan geologi Amerika, Kenneth Lacovara, dalam sebuah artikel untuk Powell's.

Lacovara merinci bahwa logika yang berkembang di masyarakat menyederhanakan hubungan antara istilah bahan bakar fosil dengan sisa-sisa dinosaurus. Hal inilah yang menjadi akar dari mitos yang masih dipercaya oleh sebagian orang hingga saat ini.

"Hubungan yang salah itu kira-kira seperti ini: Minyak adalah bahan bakar fosil, dan sebagian besar berasal dari zaman dinosaurus. Fosil sama dengan dinosaurus, oleh karena itu dinosaurus sama dengan minyak," terangnya.

Artikel terkait

Rekomendasi