Mitos Benjamin Harimau Tasmania Terakhir Terbongkar

Mitos Benjamin Harimau Tasmania Terakhir Terbongkar
Foto: Ilustrasi Mitos Benjamin Harimau Tasmania Terakhir Terbongkar.

Thylacine atau yang lebih dikenal sebagai Harimau Tasmania secara resmi dinyatakan punah pada tahun 1936. Hewan ini memiliki karakteristik yang sangat unik karena merupakan golongan marsupial dengan kepala menyerupai serigala, tubuh bergaris seperti harimau, dan memiliki kantong layaknya kanguru.

Spesies ini awalnya tersebar luas di seluruh daratan Australia hingga Papua Nugini, namun mulai menghilang dari daratan utama sekitar 3.600 hingga 3.200 tahun yang lalu. Dilansir dari Detik iNET, kepunahan awal ini diduga terjadi akibat persaingan dengan dingo atau anjing liar Australia.

Populasi Harimau Tasmania sempat bertahan selama ribuan tahun di Pulau Tasmania sebelum akhirnya menghadapi tekanan berat dari kolonisasi Eropa. Perburuan masal terjadi pada era 1880-an karena para petani menganggap hewan ini sebagai ancaman bagi ternak mereka.

Kisah yang selama ini dipercaya publik menyebutkan bahwa individu Thylacine terakhir mati di Kebun Binatang Beaumaris, Hobart, pada 7 September 1936. Thylacine tersebut sering dijuluki sebagai Benjamin, namun para ahli kini membantah kebenaran identitas tersebut.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa identitas Benjamin kemungkinan besar adalah sebuah mitos yang diciptakan pada era 1960-an. Sosok Frank Darby yang mengaku sebagai kurator kebun binatang dituding sebagai pihak yang menyebarkan informasi palsu tersebut.

"Itu adalah seekor betina, dan tentu saja namanya bukan Benjamin. Itu adalah mitos yang disayangkan (yang diciptakan oleh) seorang pembohong kelas kakap," kata Robert Paddle, seorang peneliti dan penulis buku The Last Tasmanian Tiger: The History and Extinction of the Thylacine.

Robert Paddle menegaskan bahwa klaim Darby mengenai pemberian hewan hidup untuk hiburan pengunjung juga merupakan cerita yang tidak berdasar. Menurut Paddle, rekam jejak informasi dari Darby tersebut seharusnya dihapus sepenuhnya dari literatur sejarah.

"Apa yang dia katakan itu tragis, sudah saatnya untuk menghapusnya dari literatur," ujar Robert Paddle.

Penemuan Sisa-sisa Kerangka

Robert Paddle bersama timnya berhasil mengidentifikasi kerangka asli dari Thylacine terakhir tersebut. Sebelumnya, sisa-sisa tubuh hewan ini sempat diperkirakan telah dibuang atau hilang dari catatan sejarah.

Namun, para peneliti justru menemukan sisa-sisa tersebut tersimpan di dalam sebuah kotak tanpa label. Temuan berharga ini berlokasi di Tasmanian Museum and Art Gallery, yang menjadi bukti fisik terakhir dari keberadaan spesies tersebut.

Spekulasi Keberadaan di Alam Liar

Meskipun secara resmi dinyatakan punah, beberapa pemodelan komputer menunjukkan kemungkinan Harimau Tasmania bertahan lebih lama di daerah terpencil. Prediksi tersebut memperkirakan mereka mungkin baru benar-benar lenyap antara era 1940-an hingga 1980-an, atau bahkan awal 2000-an.

Hingga saat ini, masih terdapat kelompok penggemar fanatik yang meyakini Thylacine masih berkeliaran di hutan belantara Tasmania. Mereka sering mengumpulkan bukti berupa jejak kaki, kotoran, hingga rekaman video buram, meskipun mayoritas ilmuwan tetap meragukan keabsahan bukti-bukti tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi