Empat astronot NASA berhasil menyelesaikan misi Artemis II ke Bulan selama 10 hari yang berakhir pada Jumat, 17 April 2026, dengan membawa pulang koleksi dokumentasi visual mendalam. Perjalanan ini bertujuan mengumpulkan data ilmiah melalui teknik fotografi khusus yang telah dipelajari para awak sebelum peluncuran.
Dilansir dari Detik iNET, keberhasilan pendokumentasian ini didukung oleh pelatihan intensif yang dijalani oleh para kandidat sebelum bertugas. Paul Reichert dan Katrina Willoughby selaku instruktur memberikan pembekalan selama 20 jam kepada Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen guna memastikan kualitas gambar memenuhi standar penelitian.
Willoughby menekankan bahwa standar visual dalam misi luar angkasa jauh lebih tinggi dibandingkan fotografi konvensional di Bumi demi kepentingan data. Hal ini ia sampaikan untuk menggarisbawahi pentingnya pelatihan teknis bagi para awak sebelum keberangkatan mereka.
"Kebanyakan orang bisa menggunakan kamera dan mengambil foto yang cukup bagus, tapi cuku bagus saja bukanlah yang kita cari secara ilmiah," kata Willoughby, pelatih fotografi dan video NASA.
Victor Glover menjelaskan tantangan teknis yang ia hadapi selama masa persiapan di pusat pelatihan. Para astronot harus mensimulasikan pengambilan gambar di lingkungan yang menyerupai kondisi asli di luar angkasa.
"Salah satu latihan yang harus ia dan tiga awak astronaut lainnya jalani adalah mengambil foto dari dalam maket kapsul Orion dengan Bulan tiruan raksasa yang digantung dalam kegelapan," ujar Glover, Pilot Artemis II.
Sektor perangkat keras menjadi kunci keberhasilan misi ini dengan penggunaan Nikon D5 sebagai kamera utama. Perangkat tersebut dipilih karena memiliki rekam jejak ketahanan yang baik terhadap radiasi tinggi dan suhu ekstrem di orbit.
"Kami memiliki banyak pengalaman penerbangan dengan Nikon D5. Kami tahu kamera itu dapat menahan radiasi selama beberapa tahun di ISS dan tidak mengalami masalah apa pun," kata Reichert, pelatih fotografi NASA.
Selain kamera DSLR, tim juga menggunakan Nikon Z9, berbagai lensa zoom, dan iPhone 17 Pro Max untuk fleksibilitas pengambilan gambar. Namun, penggunaan gawai modern dengan ukuran file besar menciptakan tantangan baru dalam proses pengiriman data kembali ke pusat kendali.
"Salah satu yang harus kita pikirkan di atas kapsul adalah, 'Apa yang dibutuhkan untuk mengirimkan file?'". Sayangnya, kita tidak memiliki bandwidth yang cukup. Dan itu adalah sesuatu yang sangat biasa dimilik banyak orang di Bumi secara instan," kata Willoughby.
Berbeda dengan era Apollo, teknologi digital saat ini memungkinkan para awak meninjau hasil jepretan secara instan tanpa perlu memproses film kimiawi. Kapsul Orion juga dilengkapi kamera aksi eksterior untuk menyiarkan perjalanan secara langsung kepada publik di seluruh dunia.