Mira Murati Ungkap Dugaan Kebohongan Sam Altman dalam Persidangan

Mira Murati Ungkap Dugaan Kebohongan Sam Altman dalam Persidangan
Foto: Ilustrasi Mira Murati Ungkap Dugaan Kebohongan Sam Altman dalam Persidangan.

Mantan Chief Technology Officer OpenAI, Mira Murati, memberikan kesaksian melalui video dalam persidangan pada Jumat (15/5/2026) mengenai dugaan pola perilaku tidak jujur CEO Sam Altman. Dilansir dari Detik iNET, Murati menyebut mantan rekan kerjanya tersebut sering menyampaikan pernyataan yang saling bertentangan kepada pihak berbeda di perusahaan.

Kekacauan di internal OpenAI disebut Murati sebagai dampak dari tindakan Altman yang kerap memicu ketidakpastian. Meskipun sempat menjalin hubungan pertemanan yang akrab, Murati yang memutuskan mundur dari OpenAI pada tahun 2024 kini mengungkap sisi profesional Altman yang dinilai bermasalah.

"mengatakan satu hal kepada satu orang dan hal yang sepenuhnya berlawanan kepada orang lain" tutur Mira Murati, Mantan CTO OpenAI.

Persidangan turut menelaah bukti percakapan teks antara Altman dan Murati dari tahun 2023, tepat saat dewan direksi memecat Altman untuk sementara waktu. Dalam komunikasi tersebut, Altman tampak berupaya menggali informasi terkait posisi dewan direksi terhadap masa depannya sebelum ia akhirnya kembali menjabat lima hari kemudian.

"Bisakah Anda menunjukkan secara langsung apakah prospeknya baik atau buruk?" tanya Sam Altman, CEO OpenAI.

Dalam laporan The Guardian, Murati sempat memberikan isyarat bahwa pemecatan tersebut bersifat permanen pada saat kejadian berlangsung. Pesan singkat antara keduanya menunjukkan ketegangan yang terjadi di tengah perebutan kekuasaan internal perusahaan kecerdasan buatan tersebut.

"Secara langsung sangat buruk," jawab Mira Murati, Mantan CTO OpenAI.

Altman kemudian memberikan respons singkat setelah menerima jawaban tegas dari koleganya mengenai situasi dewan direksi kala itu.

"Oke," balas Sam Altman, CEO OpenAI.

Mantan anggota dewan direksi OpenAI, Helen Toner, juga memberikan deposisi video yang memperkuat tuduhan mengenai masalah integritas Altman. Toner merupakan salah satu pihak yang mendukung keputusan pemecatan Altman karena pola perilaku yang dianggap tidak transparan.

Keterangan serupa datang dari Natasha McCauley yang menyebut kepemimpinan Altman telah memicu krisis yang berulang. Selain itu, pengacara Elon Musk, Steven Molo, menghadirkan Ilya Sutskever untuk memberikan kesaksian terkait kekhawatiran terhadap cara pengelolaan perusahaan.

"Anda mengatakan kepada dewan direksi bahwa Altman 'menunjukkan pola yang konsisten dalam berbohong, merusak reputasi para eksekutifnya, dan mengadu domba para eksekutifnya'?" tanya Steven Molo, Pengacara Musk.

Sutskever, yang juga meninggalkan OpenAI pada tahun 2024, mengonfirmasi pandangannya saat itu mengenai kejujuran Altman di hadapan pengadilan.

"Itu jelas pandangan Anda saat itu?" lanjut Steven Molo, Pengacara Musk.

Artikel terkait

Rekomendasi