Keinginan masyarakat untuk mengunjungi berbagai tempat wisata di dalam negeri mencatatkan kenaikan yang sangat tinggi sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data dari platform perjalanan digital Agoda, tren pencarian akomodasi domestik melonjak drastis, khususnya menjelang momen libur panjang Hari Buruh 2026.
Seperti dikutip dari Detik Travel, laporan terbaru yang dihimpun dari Travel Daily Media pada 19 Mei 2026 memperlihatkan pergeseran minat pelancong. Wisata domestik kini kian kukuh menjadi opsi utama bagi warga yang ingin menyegarkan pikiran di kala akhir pekan panjang.
Wilayah Puncak yang terletak di Jawa Barat menempati posisi teratas dengan pertumbuhan minat paling tinggi. Angka pencarian penginapan di kawasan berudara sejuk ini melesat hingga 192 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Tidak ketinggalan, Kota Surakarta atau Solo juga membukukan lompatan performa yang impresif sebesar 117 persen. Pihak Agoda mengungkapkan bahwa para pelancong sangat terpikat oleh warisan tradisi, kebudayaan, serta atmosfer kota yang menyajikan ketenangan untuk rekreasi berdurasi pendek.
Opsi ini dinilai sangat ideal bagi masyarakat urban yang mendambakan pelesiran ringkas tanpa harus menempuh jarak yang terlalu jauh dari pusat kota.
Yogyakarta dan Bandung Kokoh di Papan Atas
Di samping dua wilayah di atas, Yogyakarta tetap mempertahankan posisinya sebagai destinasi papan atas bagi publik. Agoda mengidentifikasi adanya pertumbuhan animo perjalanan menuju Kota Gudeg ini sebesar 61 persen.
Daya tarik utama Yogyakarta bertumpu pada paket lengkap yang disediakannya, mulai dari wisata budaya, keindahan pantai, kuliner khas, hingga panorama pegunungan. Sementara itu, Bandung terus memikat perhatian berkat hawa sejuknya, keindahan alam, serta tren berkumpul di kafe yang kian menjamur.
Destinasi ikonik seperti Gunung Tangkuban Perahu beserta ruang-ruang kreatif di Kota Kembang tercatat masih menjadi magnet utama bagi para pelancong lokal.
Malang dan Semarang Alami Tren Positif
Kota Malang turut ambil bagian dalam daftar area yang mengalami lonjakan ketertarikan sepanjang tahun 2026. Wilayah ini memegang peran strategis sebagai gerbang utama menuju Gunung Bromo serta deretan pantai eksotis di sisi selatan Jawa Timur.
Pada saat yang sama, Semarang mencatatkan pertumbuhan pencarian hotel sebesar 60 persen. Para pelancong dilaporkan sangat meminati kombinasi penjelajahan sejarah, lanskap arsitektur kolonial, hingga area perbukitan yang menyuguhkan suasana berbeda.
Melalui laporan bertajuk 2026 Travel Outlook Report, Agoda membaca adanya kecenderungan baru di mana masyarakat kini lebih memprioritaskan pengalaman yang santai dan autentik ketimbang berlibur di megapolitan.
Kemunculan Tren Perpetual Traveller
Pergeseran perilaku juga terjadi pada pola perjalanan wisatawan di kawasan Asia, termasuk Indonesia, yang kini lebih menyukai rekreasi singkat namun dengan frekuensi yang lebih sering. Agoda mengkategorikan fenomena baru ini dengan istilah "Perpetual Traveller".
Terdapat sekitar 32 persen dari total pelancong asal Indonesia yang mencanangkan agenda untuk pergi berlibur lebih dari 11 kali sepanjang tahun 2026. Angka tersebut merefleksikan perubahan gaya hidup masyarakat yang mengedepankan fleksibilitas serta aspek pengalaman.
Senior Country Director Agoda Indonesia, Gede Gunawan, memaparkan bahwa masyarakat kini condong memilih lokasi liburan yang memiliki aksesibilitas mudah namun tetap mampu memberikan petualangan yang berkesan.
"Wisatawan Indonesia memprioritaskan destinasi yang mudah diakses namun tetap memberikan pengalaman unik," kata Gede Gunawan seperti dikutip Travel Daily Media.
Gairah yang tinggi terhadap pariwisata lokal ini dipandang sebagai indikator yang sangat baik bagi ekosistem pariwisata nasional. Selain menawarkan efisiensi biaya, sektor domestik menyediakan opsi yang sangat kaya, mulai dari keindahan alam, keunikan budaya, hingga wisata kuliner.
Agoda sebelumnya juga merilis data bahwa volume pencarian untuk destinasi sekunder di kawasan Asia melaju 15 persen lebih cepat ketimbang kota-kota wisata utama dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Kondisi ini selaras dengan preferensi publik yang kini aktif memburu ruang-ruang yang lebih tenang dan kental dengan nilai-nilai lokal asli.