Aset kekayaan pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, diperkirakan bakal melewati pundi-pundi uang Elon Musk selaku manusia tertinggal di bumi saat ini. Doktrin tersebut dapat terealisasi dengan catatan harga Bitcoin melonjak hingga menyentuh angka USD 4,2 juta atau berkisar Rp 73 miliar per koin.
Proyeksi ini disampaikan oleh seorang veteran di industri uang kripto, Samson Mow, seperti dikutip dari Detik iNET. Estimasi tersebut didasarkan pada kalkulasi kepemilikan aset kripto riil serta saham yang dikuasai oleh Saylor.
Samson Mow menunjukkan data kepemilikan pribadi Michael Saylor yang menyentuh angka 17.732 BTC berdasarkan laporan publik paling mutakhir. Selain itu, Saylor juga menguasai saham di MicroStrategy sebesar 9,9% sebagaimana dokumen yang diserahkan kepada SEC. Saat kalkulasi ini dibuat, korporasi tersebut menimbun cadangan sebanyak 818.869 BTC.
Melalui kepemilikan saham sebesar 9,9% tersebut, Samson Mow mengalkulasikan eksposur tidak langsung Saylor setara dengan 81.068 BTC. Jika akumulasi kepemilikan pribadi dan tidak langsung itu digabungkan, maka jumlah total eksposur efektif milik Saylor menyentuh angka 98.800 BTC.
Dalam perhitungan awal, nilai valuasi berbanding lurus 1:1 membutuhkan harga USD 8,6 juta atau sekitar Rp 151 miliar per BTC. Angka tersebut diperlukan untuk mendongkrak kekayaan Saylor agar melewati harta Elon Musk yang saat ini ditaksir Forbes mencapai USD 826 billion atau setara Rp 14.543 triliun. Saat ini kekayaan Saylor sendiri ditaksir berada di angka USD 5,4 miliar atau setara Rp 95 triliun.
Kendati demikian, nilai ambang batas harga Bitcoin yang diperlukan bisa merosot hingga USD 4,2 juta per koin. Hal tersebut dapat terjadi apabila saham MSTR diperdagangkan dengan nilai premium yang lebih tinggi dibanding total kepemilikan BTC langsung mereka.
Skeptisisme dan Faktor Kekayaan Elon Musk
Melansir Benzinga, hipotesis yang dibangun oleh Samson Mow ini memicu beragam reaksi dan tidak sepenuhnya disepakati oleh pengamat lain. Analis uang kripto bernama Willy Woo mengkritik bahwa formula perhitungan tersebut mengabaikan potensi lompatan kekayaan Elon Musk di masa depan lewat proyek masif seperti Dyson Swarm.
Kritik lain juga menyebutkan potensi keuntungan finansial Elon Musk dari rencana melantainya SpaceX ke bursa publik serta cadangan Bitcoin milik Tesla. Berdasarkan data dari perusahaan analisis on-chain, Tesla saat ini masih menggenggam aset sebanyak 11.509 BTC.
Samson Mow sendiri tidak menampik adanya variabel yang terlewat dalam analisisnya tersebut. Meski begitu, ia menyatakan bahwa skenario teoritis miliknya juga belum memasukkan kalkulasi mengenai rencana pembelian Bitcoin lanjutan yang bakal dilakukan oleh MicroStrategy ke depan.