Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mendesak penghentian intimidasi dan praktik menyalahkan korban menyusul kematian dr Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship di Sumatera Selatan. Pernyataan sikap ini disampaikan dalam konferensi pers pada Minggu (3/5/2026) sebagai respon atas isu beban kerja tenaga medis.
Kematian dr Myta, yang sedang bertugas di Jambi, memicu sorotan luas terkait keselamatan kerja dan sistem pendidikan kedokteran, sebagaimana dilansir dari Detik Health. MGBKI memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan guna mengantisipasi hambatan pada mekanisme pelaporan pelanggaran atau whistle blower bagi para peserta pendidikan.
Ketua MGBKI, Prof Dr dr Budi Iman Santoso, SpOG (K), MPH, menegaskan bahwa segala bentuk pembungkaman informasi terhadap peserta pendidikan harus segera diakhiri. Hal ini mencakup ancaman sanksi administratif yang sering menghantui para dokter muda saat menyuarakan kondisi kerja mereka.
"Setiap upaya menyalahkan korban, membungkam informasi, mengancam peserta pendidikan, atau memberikan sanksi administratif seperti perpanjangan masa pendidikan karena menyuarakan keselamatan kerja harus dihentikan," kata Ketua MGBKI, Prof Budi, dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).
Prof Budi mengungkapkan bahwa meskipun jalur pelaporan anonim untuk penyimpangan pendidikan sudah tersedia, penerapannya di lapangan masih menghadapi kendala psikologis dari para dokter. Banyak peserta yang khawatir laporan mereka justru akan berdampak buruk pada durasi masa tugas mereka.
"Terus terang proses ini belum bisa berjalan dengan optimal, karena memang ada kecenderungan ada kekhawatiran dari yang bersangkutan apabila diketahui akan mempengaruhi masa tugas. Bisa diperpendek, bisa diperpanjang. Itu yang perlu diantisipasi," terangnya.
Persoalan lain yang disoroti adalah munculnya narasi yang mengalihkan perhatian dari isu beban kerja ke riwayat penyakit pribadi korban. Prof dr Zainal Muttaqin, PhD, SpBS (K) memberikan pandangannya mengenai tren victim blaming yang berkembang dalam kasus kematian dr Myta tersebut.
"Kita tahu semua pendapat yang berkembang di kalangan peserta internship, dari tulisan-tulisan di medsos adalah kelebihan beban kerja," tegas Prof Zainal Muttaqin.