Raksasa teknologi Meta mulai menerapkan perangkat lunak khusus pada komputer kerja stafnya di Amerika Serikat untuk merekam pergerakan mouse, klik, hingga ketukan papan ketik. Langkah yang terungkap pada Kamis (23/4/2026) ini bertujuan mengumpulkan data internal guna melatih model kecerdasan buatan (AI) perusahaan.
Dilansir dari Teknologi melalui laporan TechCrunch, inisiatif tersebut merupakan bagian dari proyek pengembangan agen AI yang dirancang untuk menyelesaikan tugas pekerjaan secara mandiri. Sistem bernama Model Capability Initiative (MCI) ini juga dikonfigurasi untuk mengambil tangkapan layar secara berkala pada aplikasi dan situs web terkait pekerjaan.
Fokus utama dari pengumpulan data ini adalah meningkatkan presisi AI dalam menavigasi menu dropdown serta penggunaan pintasan papan ketik yang selama ini dianggap sebagai titik lemah. Manajemen Meta menjelaskan peran strategis karyawan dalam proses pengembangan teknologi terbaru mereka melalui memo internal.
"Di sinilah seluruh karyawan Meta dapat membantu model kami berkembang hanya dengan melakukan pekerjaan sehari-hari mereka," tulis dokumen internal perusahaan tersebut.
Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, memberikan penjelasan tambahan mengenai visi jangka panjang perusahaan melalui program AI for Work. Perusahaan berambisi agar di masa depan, agen AI dapat menjadi pelaksana utama dalam ekosistem kerja profesional.
"Kami menargetkan agen AI untuk melakukan pekerjaan, sementara Anda membimbing dan memeriksa mereka, serta membantu mereka berkembang," ujar Bosworth.
Menanggapi potensi isu privasi, Juru Bicara Meta, Andy Stone, memberikan jaminan terkait penggunaan data yang dikumpulkan melalui sistem MCI tersebut. Ia menekankan bahwa pengawasan digital ini murni untuk kepentingan teknis pengembangan model AI.
"Data tersebut tidak akan digunakan untuk evaluasi kinerja karyawan," tegas Stone.
Stone juga menambahkan bahwa Meta telah menerapkan protokol keamanan yang sangat ketat untuk memastikan konten rahasia tetap terlindungi selama proses pemantauan berlangsung. Penggunaan agen AI ini juga tengah didorong untuk tugas pemrograman meskipun berisiko memperlambat alur kerja dalam jangka pendek.
Strategi otomatisasi ini muncul di tengah rencana Meta untuk melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 10 persen stafnya mulai 20 Mei mendatang. Selain itu, perusahaan telah membentuk tim rekayasa Applied AI dan meluncurkan model Muse Spark di bawah Superintelligence Labs untuk memperkuat posisi di industri teknologi global.