Meta Kurangi Karyawan Demi Perkuat Investasi Kecerdasan Buatan

Meta Kurangi Karyawan Demi Perkuat Investasi Kecerdasan Buatan
Foto: Ilustrasi Meta Kurangi Karyawan Demi Perkuat Investasi Kecerdasan Buatan.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan pengurangan tenaga kerja terbaru di perusahaannya sebagai dampak dari peningkatan alokasi anggaran untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Langkah efisiensi ini melibatkan pemangkasan sekitar 8.000 posisi atau 10 persen dari total karyawan.

Pengurangan staf yang dijadwalkan mulai 20 Mei tersebut dilakukan saat induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini mempercepat pembangunan infrastruktur komputasi. Dilansir dari Detik iNET, kebijakan strategis ini bertujuan untuk menyeimbangkan prioritas anggaran internal perusahaan.

"Pada dasarnya, kami memiliki dua pusat biaya utama di perusahaan, infrastruktur komputasi dan hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia," ujar Zuckerberg, CEO Meta.

Keputusan perampingan organisasi ini diambil agar perusahaan memiliki modal yang cukup untuk mendanai teknologi AI yang sedang menjadi fokus utama industri global saat ini.

"Jika kita berinvestasi lebih banyak di satu area untuk melayani komunitas kita, itu berarti kita memiliki lebih sedikit modal untuk dialokasikan ke area lain. Karena itu, kita memang perlu sedikit merampingkan ukuran perusahaan," sebut Zuckerberg, CEO Meta.

Zuckerberg memberikan klarifikasi bahwa kebijakan ini murni persoalan alokasi modal dan bukan karena efisiensi kerja yang dihasilkan oleh penggunaan alat kecerdasan buatan di internal perusahaan.

"Mendorong setiap orang di internal perusahaan untuk menggunakan perangkat AI dan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien bukanlah faktor pendorong terjadinya PHK," ungkap Zuckerberg, CEO Meta.

Meskipun telah melakukan pemangkasan besar-besaran, pemimpin raksasa teknologi ini belum bisa menjamin stabilitas jumlah karyawan untuk beberapa tahun ke depan.

"Kita akan melihat bagaimana perkembangan tren ini nantinya," ujar Zuckerberg, CEO Meta.

Ketidakpastian mengenai kondisi pasar dan teknologi di masa depan membuat manajemen Meta bersikap hati-hati dalam memberikan jaminan kepada para pekerja yang tersisa.

"Saya berharap bisa mengatakan kepada Anda bahwa saya memiliki semacam bola kristal ajaib untuk memprediksi bagaimana semua ini akan berjalan dalam tiga tahun ke depan. Tapi saya tidak memilikinya. Saya rasa tidak ada satu pun orang yang memilikinya," cetus Zuckerberg, CEO Meta.

Di sisi lain, CFO Meta Susan Li menyatakan bahwa penentuan jumlah personel yang ideal bagi perusahaan masih terus dievaluasi seiring dengan perubahan fokus bisnis jangka panjang.

"Kami tidak benar-benar tahu seberapa besar ukuran optimal bagi perusahaan ini di masa depan," kata Li, CFO Meta.

Meta tercatat memiliki hampir 79.000 pekerja per 31 Desember 2025 setelah sebelumnya melakukan pemangkasan massal sebanyak 11.000 orang pada November 2022 dan 10.000 orang pada bulan-bulan berikutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi