Kebutuhan daya listrik yang sangat besar untuk menjalankan operasional kecerdasan buatan (AI) memicu perusahaan teknologi mencari sumber energi alternatif. Dilansir dari Tekno, Meta kini tengah menjajaki metode inovatif dengan memanfaatkan energi matahari yang dipanen langsung dari luar angkasa.
Induk perusahaan Facebook, WhatsApp, dan Instagram ini berencana menyerap tenaga surya melalui satelit khusus di antariksa untuk kemudian dikirimkan ke Bumi. Langkah strategis tersebut ditempuh melalui kolaborasi bersama Overview Energy, sebuah perusahaan rintisan asal Amerika Serikat.
Overview Energy mengembangkan sistem satelit yang mampu menangkap cahaya matahari di luar angkasa tanpa terhambat siklus siang dan malam. Energi tersebut nantinya tidak sekadar dipantulkan, melainkan dikonversi menjadi bentuk lain agar dapat ditransmisikan ke permukaan Bumi dari jarak jauh.
Metode transmisi yang digunakan dalam proyek ini mengandalkan pendekatan cahaya inframerah dengan intensitas rendah. Energi matahari yang terkumpul di satelit akan diubah menjadi sinar inframerah sebelum diarahkan ke instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bumi.
Panel surya di darat kemudian menangkap pancaran inframerah tersebut dan memprosesnya menjadi energi listrik. Keunggulan sistem ini memungkinkan PLTS tetap menghasilkan listrik meskipun pada malam hari, karena satelit terus mengirimkan energi seolah-olah panel menerima sinar matahari siang hari.
Satelit milik Overview Energy dirancang untuk beroperasi secara kontinu di luar angkasa yang bebas dari gangguan cuaca atau awan. Jika teknologi ini berhasil diterapkan secara masif, ketergantungan pada penggunaan baterai penyimpanan skala besar dan energi fosil dapat dikurangi secara signifikan.
Lonjakan Kebutuhan Listrik Pusat Data Meta
Langkah Meta melirik teknologi antariksa ini didorong oleh konsumsi listrik perusahaan yang meningkat tajam. Pada tahun 2024, pusat data Meta dilaporkan mengonsumsi lebih dari 18.000 gigawatt-jam listrik, atau setara dengan kebutuhan energi tahunan bagi 1,7 juta rumah di Amerika Serikat.
Angka konsumsi tersebut diprediksi akan terus meroket seiring dengan pengembangan model AI yang semakin kompleks dan membutuhkan daya komputasi tinggi. Sebagai bentuk antisipasi, Meta berkomitmen untuk membangun kapasitas energi terbarukan hingga mencapai 30 gigawatt.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Meta telah memesan kapasitas listrik sebesar 1 gigawatt dari Overview Energy. Meskipun detail kerja sama finansial belum diungkapkan ke publik, kesepakatan ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengamankan pasokan energi masa depan.
Target Peluncuran dan Konstelasi Satelit
Overview Energy menargetkan peluncuran satelit uji coba pertama mereka pada tahun 2028 mendatang. Uji coba ini bertujuan untuk mendemonstrasikan efektivitas transmisi energi dari orbit rendah Bumi ke stasiun penerima di darat.
Setelah fase uji coba, perusahaan yang berbasis di Virginia ini berencana membangun konstelasi yang terdiri dari sekitar 1.000 satelit di orbit geostasioner mulai tahun 2030. Ribuan satelit ini diproyeksikan mampu menyuplai energi ke sepertiga wilayah planet.
Pada tahap awal operasionalnya, cakupan pengiriman energi direncanakan menjangkau wilayah dari Pantai Barat Amerika Serikat hingga Eropa Barat. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi konkret di tengah lonjakan permintaan listrik global yang dipicu oleh revolusi kecerdasan buatan.