Menlu Singapura Vivian Balakrishnan Rakit Asisten AI Pribadi

Menlu Singapura Vivian Balakrishnan Rakit Asisten AI Pribadi
Foto: Ilustrasi Menlu Singapura Vivian Balakrishnan Rakit Asisten AI Pribadi.

Menteri Luar Negeri Singapura Dr. Vivian Balakrishnan membangun asisten kecerdasan buatan (AI) pribadi secara mandiri untuk mendukung rutinitas kerja diplomatik harian. Langkah konkret ini menjadikannya salah satu pejabat dunia yang menerapkan teknologi kecerdasan buatan secara langsung di luar sekadar wacana regulasi.

Asisten pintar tersebut dirancang untuk meriset topik, menjawab pertanyaan teknis, hingga menyusun draf pidato serta ringkasan harian. Berdasarkan laporan dari Tekno, sistem ini berfungsi sebagai alat bantu digital yang meningkatkan efisiensi tugas kenegaraan.

"Sistem ini telah menjadi sesuatu yang tak ternilai harganya, saya bahkan tidak berani mematikannya!" tulis Balakrishnan, dikutip KompasTekno dari unggahannya di Facebook.

Menteri yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran ini memanfaatkan infrastruktur open-source untuk membangun sistemnya. Fondasi utamanya menggunakan NanoClaw yang berbasis model Claude dan diintegrasikan langsung dengan berbagai aplikasi komunikasi populer seperti WhatsApp dan Telegram.

Balakrishnan juga mengadopsi konsep LLM Wiki yang diperkenalkan oleh mantan Direktur AI Tesla, Andrej Karpathy, guna mengatasi kendala hilangnya konteks percakapan. AI tersebut secara otomatis mengekstrak data dari berbagai dokumen miliknya untuk membentuk grafik pengetahuan yang dinamis.

"Diplomat yang belajar bekerja sama dengan AI akan memiliki keunggulan yang sangat berarti, dan saya rasa keunggulan itu dimulai dari sekarang," pungkas Balakrishnan.

Keamanan informasi menjadi aspek krusial dalam asisten AI ini mengingat posisi Balakrishnan sebagai pejabat tinggi negara. Arsitektur sistem yang diunggah di platform GitHub menunjukkan penggunaan database lokal SQLite dan platform Ollama pada perangkat Raspberry Pi 5.

Sistem ini memastikan privasi data tetap terjaga karena seluruh pemrosesan, termasuk pesan suara, dilakukan secara internal tanpa terhubung ke server eksternal. Setiap grup percakapan juga diisolasi dalam wadah Docker mandiri untuk mencegah kebocoran informasi antar-sektor.

Adopsi teknologi serupa juga mulai terlihat di kancah internasional lainnya. Pemerintah Albania diketahui telah memfasilitasi asisten AI bagi anggota parlemennya, sementara Polandia aktif merilis kumpulan data bahasa lokal melalui platform HuggingFace untuk pengembangan teknologi serupa.

Artikel terkait

Rekomendasi