Menko PMK Pratikno Bagikan Kisah Inspiratif di GDA 2026, Pesannya Banyak Dicari Pelajar

Menko PMK Pratikno Bagikan Kisah Inspiratif di GDA 2026, Pesannya Banyak Dicari Pelajar
Foto: Menko PMK Pratikno Bagikan Kisah Inspiratif di GDA 2026, Pesannya Banyak Dicari Pelajar. (Illustration by Pexels)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memberikan motivasi mendalam bagi para pelajar agar tidak merasa rendah diri dengan asal-usul mereka. Ia menegaskan bahwa latar belakang keluarga maupun daerah asal bukanlah penghalang untuk meraih standar pendidikan tertinggi di kancah internasional.

Menurut Pratikno, peluang untuk menembus universitas papan atas dunia terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat dan karakter yang kokoh. Hal ini ia sampaikan saat berdialog langsung dengan para siswa, guru, serta pengasuh di SMA Global Darussalam Academy (GDA), Sleman.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memacu semangat para siswa yang memiliki impian melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri. Dalam sesi diskusi tersebut, Pratikno berbagi perjalanan hidupnya yang dimulai dari seorang anak desa hingga sukses menempuh pendidikan tinggi.

Ia menceritakan pengalamannya mulai dari masa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga berhasil menyelesaikan jenjang S2 dan S3 di universitas luar negeri. Kisah ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata bahwa prestasi akademik kelas dunia dapat diraih oleh siapa pun tanpa terkecuali.

Wawasan Luas Siswa SMA GDA

Dalam kunjungannya pada Sabtu (30/5/2026), Pratikno mengaku sangat terkesan dengan pola pikir dan wawasan yang ditunjukkan oleh para siswa di SMA GDA. Meskipun baru menginjak kelas 1 SMA, para pelajar tersebut dinilai sudah memiliki pemikiran yang jauh melampaui usia mereka.

Ia melihat bahwa fokus para siswa tidak hanya terpaku pada nilai akademik semata, tetapi juga sudah menyentuh berbagai isu sosial yang kompleks. Mereka menunjukkan kepedulian yang besar terhadap fenomena nyata yang terjadi di tengah masyarakat global saat ini.

Beberapa isu yang menjadi perhatian para siswa di antaranya adalah ketimpangan sosial, urgensi kesehatan mental, hingga cara bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Baginya, kepekaan sosial seperti ini merupakan modal yang sangat krusial bagi generasi muda untuk membangun bangsa di masa depan.

Pratikno menegaskan kembali bahwa asal-usul seseorang sama sekali tidak membatasi ruang gerak untuk berprestasi dan memberikan kontribusi bagi negara. Ia memuji bagaimana siswa kelas 1 SMA sudah memiliki keinginan kuat untuk berkarya nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Keunggulan Kurikulum Internasional

Selain memberikan motivasi, Menko PMK juga memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem pendidikan yang dijalankan oleh Global Darussalam Academy (GDA). Sekolah ini diketahui telah mengadopsi International Baccalaureate (IB) Curriculum dalam proses belajar mengajarnya.

Sistem pendidikan tersebut didukung dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama dalam seluruh aktivitas di lingkungan sekolah. Langkah ini dinilai sangat efektif untuk mempersiapkan siswa agar siap bersaing di level pendidikan global.

Pratikno menjelaskan bahwa sertifikasi dan nilai yang dihasilkan dari kurikulum internasional ini memiliki keuntungan besar bagi para siswa. Mereka tidak perlu lagi melalui proses penyetaraan nilai yang rumit ketika ingin mendaftar ke universitas-universitas terkemuka di dunia.

Ia menambahkan bahwa skor yang diperoleh dari IB Curriculum sudah diakui secara global dan memenuhi standar internasional yang ketat. Hal ini tentu memudahkan langkah para lulusannya untuk langsung melakukan aplikasi pendaftaran ke kampus impian di berbagai negara.

Empat Kunci Kesuksesan Masa Depan

Pendiri GDA, Romahurmuziy atau yang akrab disapa Gus Romi, menjelaskan bahwa kehadiran Pratikno merupakan upaya sekolah untuk memperluas cakrawala siswa. Sosok Pratikno dianggap sebagai teladan nyata tentang bagaimana kerja keras dan pendidikan dapat mengubah nasib seseorang.

Gus Romi merangkum empat poin utama yang menjadi pesan penting bagi para siswa :

  • Akademik: Memiliki landasan ilmu pengetahuan yang kuat sebagai dasar intelektualitas.
  • Karakter: Membangun integritas dan kepribadian yang kokoh agar tetap tangguh dalam berbagai situasi.
  • Kontribusi: Memiliki semangat untuk memberikan manfaat dan karya nyata bagi masyarakat luas.
  • Prioritas: Kemampuan untuk menentukan hal terpenting dalam hidup agar langkah yang diambil tetap fokus.

Menurut Gus Romi, kemampuan akademik yang cemerlang tidak akan lengkap jika tidak dibarengi dengan kekuatan karakter yang baik. Keduanya harus saling mendukung agar seorang individu dapat tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas tinggi.

Selain itu, kemampuan dalam menentukan prioritas juga menjadi faktor pembeda bagi seseorang dalam mencapai kesuksesan yang bermakna. Dengan memadukan ketiga aspek tersebut, generasi muda diharapkan mampu menghasilkan karya-karya yang berdampak luas bagi kemanusiaan.

Gus Romi menutup dengan pernyataan bahwa karakter dan skala prioritaslah yang akan membentuk jati diri siswa berbakat Indonesia. Hal inilah yang pada akhirnya akan membuat mereka dikenang oleh masyarakat karena kontribusi positif yang telah diberikan sepanjang hidupnya.

Ringkasan Profil Menko PMK dalam Dialog

Tabel berikut menyajikan ringkasan peran dan poin inspirasi yang disampaikan oleh Pratikno :

Aspek Keterangan
Jabatan Saat Ini Menko PMK RI & Ketua Dewan Penasihat LPDP
Latar Belakang Pendidikan Lulusan UGM, Gelar S2 dan S3 dari Luar Negeri
Fokus Motivasi Penghapusan hambatan latar belakang asal-usul dalam pendidikan
Rekomendasi Kurikulum International Baccalaureate (IB) untuk standar global

Data di atas menunjukkan betapa relevannya pengalaman Pratikno dalam membimbing generasi muda untuk meraih impian pendidikan setinggi mungkin. Melalui kombinasi kurikulum yang tepat dan mentalitas yang kuat, siswa Indonesia diyakini mampu bersinar di panggung dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi