Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi terkait potongan percakapan instruksinya yang viral di media sosial setelah wafatnya dokter internship dr Myta Aprilia Azmi di Jambi. Penjelasan resmi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/5), sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Instruksi Menkes untuk mengecek riwayat penyakit almarhumah sebelumnya memicu spekulasi negatif dan tuduhan victim blaming dari publik. Budi Gunadi menegaskan bahwa tangkapan layar yang beredar luas di jagat maya tersebut tidak menyertakan konteks secara utuh.
"Apa yang kita lakukan pasti dilihat negatifnya tanpa melihat konteksnya. Jadi konteksnya waktu itu memang begitu terjadi saya ingin itu cepat ditindaklanjuti," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Budi Gunadi menjelaskan bahwa bagian pesan yang tidak tersebar justru berisi perintah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kasus tersebut. Ia menekankan pentingnya respons cepat dan investigasi objektif demi mengetahui penyebab pasti kematian dokter internship tersebut.
"Sebenarnya yang tidak dilampirkan justru yang di bawah, itu kan kepotong gitu," ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Langkah audit dianggap krusial agar pemerintah memiliki dasar data yang kuat dalam mengambil kebijakan. Menkes menyatakan bahwa evaluasi sistem internship di masa depan harus berpijak pada fakta yang akurat, bukan sekadar rumor media sosial.
"Yang paling saya tekankan di bawah adalah ini berita yang saya dapat. Jadi tolong segera lakukan tindakan cepat," lanjut Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Hasil audit nantinya akan digunakan sebagai bahan perbaikan sistemik bagi program dokter magang di seluruh Indonesia. Proses investigasi dilakukan untuk memetakan titik permasalahan secara mendalam berdasarkan temuan di lapangan.
"Tanpa kita audit yang lengkap, kita kan hanya berdasarkan kepada berita di media sosial, rumors atau gosip," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Menteri Kesehatan juga mengonfirmasi bahwa perbaikan prosedur akan segera dirumuskan setelah seluruh data terkumpul. Hal ini bertujuan agar sistem kesehatan nasional memiliki landasan operasional yang lebih baik bagi para tenaga medis.
"Sekarang dengan ini jelas buat kita oh masalahnya ada di sini, di sini, di sini. Perbaikannya mesti begini, begini, begini. Dan itu berdasarkan data yang akurat," ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Saat ini, Kementerian Kesehatan masih menunggu laporan audit medis khusus mengenai penanganan dr Myta selama masa perawatan. Fokus audit ini akan meninjau kembali prosedur tata laksana kesehatan yang diterima korban sebelum meninggal dunia.
"Tinggal satu lagi yang kita lakukan adalah audit medis terhadap tata laksana medis pada saat yang bersangkutan sakit," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Perlunya audit medis ini dipicu oleh kondisi kesehatan dr Myta yang dilaporkan sempat mengalami fluktuasi selama dirawat. Berdasarkan laporan, kondisi korban sempat membaik beberapa kali sebelum akhirnya dinyatakan memburuk kembali.
"Karena yang bersangkutan itu sudah dinyatakan sembuh dua kali," pungkas Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.