Mengenal Multazam Titik Mustajab Doa di Dekat Ka'bah

Mengenal Multazam Titik Mustajab Doa di Dekat Ka'bah
Foto: Ilustrasi Mengenal Multazam Titik Mustajab Doa di Dekat Ka'bah.

Area di sekitar Ka'bah menyimpan titik yang selalu dipadati oleh jamaah haji dan umrah untuk memanjatkan doa. Tempat tersebut dikenal sebagai Multazam, sebuah lokasi yang diyakini sebagai salah satu titik paling mustajab untuk bermunajat kepada Allah SWT, seperti dilansir dari Cahaya.

Secara bahasa, kata Multazam berasal dari akar kata Arab iltazama yang memiliki arti melekat, berpegang erat, atau menempel dengan kuat. Makna ini merepresentasikan praktik ibadah di tempat tersebut, yaitu menempelkan tubuh ke dinding Ka'bah saat berdoa.

Dalam konteks ibadah, Multazam merupakan bagian dari dinding Ka'bah yang memuat keutamaan khusus. Buku Bimbingan Lengkap Haji dan Umrah karya Syukron Maksum menjelaskan bahwa Multazam menjadi lokasi seorang hamba mengikatkan harapannya kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.

Multazam terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, tepatnya pada sisi timur bangunan suci tersebut. Area ini relatif sempit karena hanya memiliki jarak sekitar dua meter, sehingga jamaah sering kali harus berdesakan untuk mencapainya.

Terdapat hadis yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi mengenai keutamaan tempat ini yang menyebutkan bahwa tidaklah seseorang berdoa di Multazam memohon sesuatu kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya. Meski sebagian ulama menilai kualitas hadis tersebut, maknanya tetap diterima secara luas.

Para ulama menjelaskan beberapa keutamaan dari Multazam, di antaranya sebagai tempat doa yang memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menegaskan anjuran untuk memperbanyak doa di tempat-tempat mulia di sekitar Ka'bah.

Selain itu, menempelkan tubuh ke dinding Ka'bah menghadirkan rasa kedekatan spiritual yang mendalam antara hamba dan Penciptanya. Momen ini juga dimanfaatkan jamaah sebagai sarana memohon ampunan dan bertobat dengan penuh penyesalan.

Posisi tubuh yang menempel mencerminkan ketundukan total seorang manusia. Buku Syama'il Rasulullah karya Ahmad Mustafa Mutawalli menjelaskan bahwa praktik tersebut menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam memohon kepada Allah.

Panduan Tata Cara Berdoa di Multazam

Ulama memberikan panduan tata cara berdoa di Multazam berdasarkan riwayat dan praktik salaf, dimulai dari niat yang tulus serta keikhlasan hati. Selanjutnya, menurut penjelasan Ibnu Taimiyyah, jamaah dianjurkan menempelkan dada, wajah, dan kedua tangan ke dinding Multazam.

Posisi tangan yang disebut dalam beberapa riwayat adalah tangan kanan diarahkan ke pintu Ka'bah, sedangkan tangan kiri mengarah ke Hajar Aswad. Jamaah kemudian dianjurkan membaca doa yang terdapat dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi.

Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ ┘ä┘Ä┘â┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘ÆÏ»┘Å Ï¡┘Ä┘à┘ÆÏ»Ïº┘ï ┘è┘Å┘ê┘ÄϺ┘ü┘É┘è ┘å┘ÉÏ╣┘Ä┘à┘Ä┘â┘Ä ┘ê┘Ä┘è┘Å┘â┘ÄϺ┘ü┘É┘è ┘à┘ÄÏ▓┘É┘èÏ»┘Ä┘â┘Ä Ïú┘ÄÏ¡┘Æ┘à┘ÄÏ»┘Å┘â┘Ä Ï¿┘Éϼ┘Ä┘à┘É┘èÏ╣┘É ┘à┘ÄÏ¡┘ÄAMID┘É┘â┘Ä ┘à┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘ä┘É┘à┘ÆÏ¬┘Å ┘à┘É┘å┘Æ┘ç┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘à┘Æ Ïú┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ϼ┘Ä┘à┘É┘èÏ╣┘É ┘å┘ÉÏ╣┘Ä┘à┘É┘â┘Ä ┘à┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘ä┘É┘à┘ÆÏ¬┘Å ┘à┘É┘å┘Æ┘ç┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘à┘Æ Ïú┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Æ ┘ê┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ┘â┘Å┘ä┘É┘æ Ï¡┘ÄϺ┘ä┘ìÏî Ϻ┘Ä┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ ÏÁ┘Ä┘ä┘É┘æ ┘ê┘ÄÏ│┘Ä┘ä┘Ä┘æ┘à┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ┘à┘ÅÏ¡┘Ä┘à┘Ä┘æÏ»┘ì ┘ê┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ïó┘ä┘É ┘à┘ÅÏ¡┘Ä┘à┘Ä┘æÏ»┘ì Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ Ïú┘ÄÏ╣┘ÉÏ░┘Æ┘å┘É┘è ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘äÏ┤┘Ä┘æ┘è┘ÆÏÀ┘ÄϺ┘å┘É Ïº┘äÏ▒┘Ä┘æÏ¡┘É┘è┘à┘É ┘êÏú┘ÄÏ╣┘ÉÏ░┘Æ┘å┘É┘è ┘à┘É┘å┘Æ ┘â┘Å┘ä┘É┘æ Ï│┘Å┘êÏí┘ì ┘ê┘Ä┘é┘Ä┘å┘ÄÏ╣┘Æ┘å┘É┘è Ï¿┘É┘à┘ÄϺ Ï▒Z┘Ä┘é┘ÆÏ¬┘Ä┘å┘É┘è ┘ê┘ÄÏ¿┘ÄϺÏ▒┘É┘â┘Æ ┘ä┘É┘è ┘ü┘É┘è┘ç┘ÉÏî Ϻ┘Ä┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ Ϻϼ┘ÆÏ╣┘Ä┘ä┘Æ┘å┘É┘è ┘à┘É┘å┘Æ Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ▒┘Ä┘à┘É ┘ê┘Ä┘ü┘ÆÏ»┘É┘â┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘ä┘ÆÏ▓┘É┘à┘Æ┘å┘É┘è Ï│┘ÄÏ¿┘É┘è┘Æ┘ä┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏºÏ│┘ÆÏ¬┘É┘é┘ÄϺ┘à┘ÄÏ®┘É Ï¡┘ÄϬ┘Ä┘æ┘ë Ïú┘Ä┘ä┘Æ┘é┘ÄϺ┘â┘Ä ┘è┘ÄϺ Ï▒┘ÄÏ¿┘Ä┘æ Ϻ┘äÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘à┘É┘è┘å┘Ä

Allahumma lakal hamdu hamday yuwaafi ni'amika wa yukaafiu maziidak, ahmaduka bi jamii-i mahaamidika maa 'alimtu minhaa wa maa lam a'lam 'alaa jamii-i ni'amika maa 'alimtu minhaa wa maa lam a'lam wa 'alaa kulli haal, allaahumma shalli wa sallim 'alaa muhammadin wa'alaa aali muhammad, allaahumma a'idznii minasy syaithaanir rajiim, wa 'aid- znii min kulli suu', wa qanni'nii bi maa razaqtanii wa baarik lii fiih. Allaa- hummaj 'alnii min akrami wafdika 'alaika, wa alzimnii sabiilal istiqaamati hattaa alqaaka yaa rabbal 'aalamiin.

Artinya: "Ya Allah, Segala puji bagi-Mu, dengan pujian yang menyampaikan pada kenikmatan-Mu dan menepati tambahan kenikmatan itu. Aku memuji-Mu dengan semua pujian baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui atas seluruh kenikmatan-Mu baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, atas segala keadaan. Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW dan keluarga Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, lindungilah aku dari setan-setan yang terkutuk, dan lindungilah aku dari segala keburukan dan jadikanlah aku qanaah menerima apa yang Engkau berikan dan berkahilah di dalamnya untukku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mulia yang Engkau utus, dan tetapkanlah istikamah sampai aku bertemu kepada-Mu, wahai Tuhan pemilik seluruh alam."

Setelah membaca doa di atas, jamaah dipersilakan memanjatkan hajat pribadi masing-masing. Waktu terbaik untuk mendatangi Multazam di antaranya adalah setelah selesai tawaf, menjelang tawaf wada', atau saat kondisi tidak terlalu padat.

Buku Panduan Beribadah Khusus Pria karya Syaikh Hasan Muhammad Ayyub menyebutkan momentum setelah tawaf memiliki nilai spiritual tinggi karena hati berada dalam kondisi khusyuk. Namun, para ulama mengingatkan bahwa aspek terpenting tetaplah keikhlasan dan keyakinan dalam berdoa karena Multazam merupakan wasilah yang dimuliakan.

Artikel terkait

Rekomendasi