Mekkah selalu menjadi magnet bagi umat Islam dari seluruh dunia yang ingin menjalankan ibadah haji maupun umrah. Di dalam kompleks Masjidil Haram, terdapat satu titik yang sangat istimewa dan menjadi tujuan utama para jemaah untuk bermunajat.
Titik tersebut adalah Multazam, sebuah area spesifik di dekat Ka'bah yang dipercaya sebagai lokasi paling mustajab untuk berdoa. Dilansir dari Cahaya, banyak jemaah yang memanfaatkan kesempatan berada di sana untuk memohon ampunan serta menyampaikan segala keinginan mereka kepada Allah SWT.
Secara fisik, Multazam merupakan bagian dari dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Jarak antara kedua titik ikonik ini diperkirakan hanya sekitar dua meter saja.
Banyak jemaah berusaha mendekat ke dinding ini untuk menempelkan tubuh mereka sambil memanjatkan doa dengan penuh harapan. Di area ini, pemandangan jemaah yang mengangkat tangan, menangis, dan memohon kebaikan dunia serta akhirat merupakan hal yang lazim ditemui.
Berdasarkan buku Tapak Sejarah Seputar Makkah dan Madinah karya H. Muslim Nasution, nama Multazam memiliki arti tempat memeluk. Istilah ini merujuk pada kata iltazama fulanan yang bermakna memeluk si fulan.
Makna ini berkaitan erat dengan riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah memeluk Ka'bah di lokasi tersebut. Secara bahasa, kata dasar 'lazim' yang membentuk kata Multazam berarti melekat atau menempel.
Keutamaan dan Landasan Hadits
Keyakinan akan mustajabnya doa di Multazam didasarkan pada sabda Rasulullah SAW. Keutamaan ini membuat jemaah rela mengantre dan berdesakan demi bisa menyentuh area dinding Ka'bah tersebut.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Ϻ┘ä┘Æ┘à┘Å┘ä┘ÆÏ¬┘ÄÏ▒┘Ä┘à┘Å ┘à┘Ä┘ê┘ÆÏÂ┘ÉÏ╣┘î ┘è┘ÅÏ│┘ÆÏ¬┘Äϼ┘ÄϺϿ┘Å ┘ü┘É┘è┘Æ┘ç┘É Ïº┘äÏ»┘æ┘ÅÏ╣┘ÄϺÏí┘Å ┘à┘ÄϺ Ï»┘ÄÏ╣┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Ä┘ü┘É┘è┘Æ┘ç┘É Ï╣┘ÄÏ¿┘ÆÏ»┘î ÏÑ┘É┘äϺ ϺÏ│┘ÆÏ¬┘Äϼ┘ÄϺϿ┘Ä┘ç┘Å"
Artinya: "Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Apa yang diminta seseorang kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya."
Riwayat lain juga mempertegas posisi area ini dalam sebuah hadits:
"Antara rukun Hajar Aswad dan pintu KaÔÇÖbah terdapat Multazam. Tidak seorang pun hamba Allah SWT yang berdoa di tempat ini, kecuali dikabulkan doanya,"
Sebagai bentuk keteladanan, Rasulullah SAW dikabarkan pernah mendekapkan wajah serta dadanya di Multazam saat sedang berdoa dengan sangat khusyuk.
Lafadz Doa Rasulullah SAW di Multazam
Terdapat riwayat dari Imam Hanbali yang mencatat doa yang pernah dipanjatkan oleh Rasulullah SAW saat berada di titik mustajab ini. Berikut adalah petikan doa tersebut:
"Ya Allah yang memelihara Al Bait al Atieq (KaÔÇÖbah) merdekakanlah kami, bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, saudara-saudara kami dan anak-anak kami dari belenggu api neraka Wahai Yang Mahamurah, Yang Mahamulia, Yang Mahautama, Yang Maha Pengarunia, Yang Maha Pemberi Kebakan. Ya Allah jadikanlah segala urusan kami mendatangkan kebajikan, jauh dari segala kehinaan dunia dan siksa akhirat,"
"Ya Allah, aku ini hamba-Mu dan anak hamba-mu yang sedang berdiri di bawah rumah-mu di Multazam, aku menghadap dan bersimpuh di hadapan-Mu. Aku mengharapkan rahmat-Mu, takut akan siksa-Mu, wahai Pemberi Kebajikan."
"Ya Allah aku memohon kepada-Mu terimalah zikir-ku (pada-Mu), hilangkanlah dosa-dosaku, lancarkanlah urusanku sucikanlah hatiku, sinarilah kuburku, ampunilah dosaku dan aku mohon pada-Mu berikanlah derajat tinggi di surga,"
Panduan Tata Cara Berdoa
Bagi jemaah yang ingin mengikuti sunnah Rasulullah SAW di Multazam, terdapat tata cara yang dapat dipraktikkan berdasarkan riwayat Abdullah bin Umar. Langkah-langkah ini bertujuan agar ibadah berjalan lebih tertib.
Pertama, jemaah harus menyelesaikan rangkaian thawaf terlebih dahulu. Setelah itu, lakukan shalat sunnah di belakang Maqam Ibrahim sebelum menuju area dinding Ka'bah.
Jemaah disarankan untuk mengusap Hajar Aswad jika situasi memungkinkan, lalu berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Cara berdoa yang dicontohkan adalah dengan menempelkan dada, wajah, kedua tangan, serta siku ke dinding Ka'bah.
Meskipun tidak ada doa yang wajib dibaca, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menganjurkan doa berikut:
Ϻ┘Ä┘ä┘ä┘æ┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘ÆÏ»┘Å Ï¡┘Ä┘à┘ÆÏ»┘ïϺ ┘è┘Å┘ê┘ÄϺ┘ü┘É┘ë ┘å┘ÉÏ╣┘Ä┘à┘Ä┘â┘Ä ┘ê┘Ä┘è┘Å┘â┘ÄϺ┘ü┘ÉϪ┘Å ┘à┘ÄÏ▓┘è┘ÆÏ»┘Ä┘â┘Ä Ïú┘ÄÏ¡┘Æ┘à┘ÄÏ»┘Å┘â┘Ä Ï¿┘Éϼ┘Ä┘à┘É┘è┘ÆÏ╣┘É ┘à┘ÄÏ¡┘ÄϺ┘à┘ÉÏ»┘É┘â┘Ä ┘à┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘ä┘É┘à┘ÆÏ¬┘Å ┘à┘É┘å┘Æ┘ç┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘à Ïú┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Æ ┘ê┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ϼ┘Ä┘à┘É┘è┘ÆÏ╣┘Ä ┘å┘ÉÏ╣┘Ä┘à┘É┘â┘Ä ┘à┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘ä┘É┘à┘ÆÏ¬┘Å ┘à┘É┘å┘Æ┘ç┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘à┘Æ Ïú┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Æ ┘ê┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ┘â┘Å┘ä┘æ┘É Ï¡┘ÄϺ┘ä┘ì Ϻ┘ä┘ä┘ç┘à ÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘É ┘ê┘ÄÏ│┘Ä┘ä┘æ┘É┘à┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ┘à┘ÅÏ¡┘Ä┘à┘æ┘ÄÏ»┘ì ┘ê┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ïó┘ä┘É ┘à┘ÅÏ¡┘Ä┘à┘æ┘ÄÏ»┘ì Ϻ┘ä┘ä┘ç┘à Ïú┘ÄÏ╣┘ÉÏ░┘Æ┘å┘É┘è ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘äÏ┤┘æ┘Ä┘è┘ÆÏÀ┘ÄϺ┘å┘É Ïº┘äÏ▒┘æ┘Äϼ┘É┘è┘Æ┘à┘É ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ╣┘ÉÏ░┘Æ┘å┘É┘è┘Æ ┘à┘É┘å┘Æ ┘â┘Å┘ä┘æ┘É Ï│┘Å┘ê┘ÆÏí┘ì ┘ê┘Ä┘é┘Ä┘å┘ÄÏ╣┘Æ┘å┘É┘è┘Æ Ï¿┘É┘à┘ÄϺ Ï▒┘ÄÏ▓┘Ä┘é┘ÆÏ¬┘Ä┘å┘É┘è┘Æ ┘ê┘ÄÏ¿┘ÄϺÏ▒┘É┘â┘Æ ┘ä┘É┘è┘Æ ┘ü┘É┘è┘Æ┘ç┘É Ïº┘ä┘ä┘ç┘à Ϻϼ┘ÆÏ╣┘Ä┘ä┘Æ┘å┘É┘è┘Æ ┘à┘É┘å┘Æ Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ▒┘Ä┘à┘É ┘ê┘Ä┘ü┘ÆÏ»┘É┘â┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘ä┘ÆÏ▓┘É┘à┘Æ┘å┘É┘è┘Æ Ï│┘ÄÏ¿┘É┘è┘Æ┘ä┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘äÏÑ┘ÉÏ│┘ÆÏ¬┘É┘é┘ÄϺ┘à┘ÄÏ®┘É Ï¡┘ÄϬ┘æ┘Ä┘ë Ïú┘Ä┘ä┘Æ┘é┘ÄϺ┘â┘Ä ┘è┘ÄϺ Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘à┘É┘è┘Æ┘å┘Ä
Pihak pengelola Masjidil Haram selalu mengimbau agar jemaah tetap menjaga adab dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain saat mengantre di Multazam. Hindari aksi berdesakan yang berlebihan atau menyakiti jemaah lain demi mencapai lokasi tersebut.