Mengejutkan, Bos BP Dipecat Usai Diam-diam Temui Investor Aktivis 2026

Mengejutkan, Bos BP Dipecat Usai Diam-diam Temui Investor Aktivis 2026
Foto: Mengejutkan, Bos BP Dipecat Usai Diam-diam Temui Investor Aktivis 2026. (Illustration by Pexels)

Kabar mengejutkan datang dari raksasa minyak dan gas asal Inggris, BP, yang secara mendadak memecat Chairman mereka, Albert Manifold. Keputusan drastis ini diambil saat Manifold baru menjabat kurang dari delapan bulan di posisi tertinggi perusahaan tersebut.

Langkah pemecatan ini langsung berdampak signifikan pada pasar modal, di mana harga saham BP merosot hingga 9 persen. Penurunan tajam ini menjadi tantangan berat bagi manajemen yang sedang berupaya meyakinkan publik bahwa kondisi perusahaan telah kembali stabil.

Pihak manajemen BP mengungkapkan bahwa alasan di balik pencopotan Manifold berkaitan dengan masalah tata kelola serta perilaku sang pimpinan. Isu integritas dan profesionalisme menjadi poin utama yang disoroti dalam keputusan ini.

Berdasarkan informasi dari dua sumber internal yang dihimpun Reuters, Manifold diketahui melakukan pertemuan rahasia dengan Elliott Management. Elliott merupakan perusahaan pengelola dana (hedge fund) asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai investor aktivis.

Pertemuan tersebut memicu kontroversi karena Manifold diduga tidak memberikan laporan atau memberi tahu anggota dewan direksi lainnya secara langsung. Hal ini dianggap melangkahi prosedur komunikasi yang seharusnya dilakukan oleh seorang pimpinan puncak.

Selain masalah pertemuan rahasia, muncul pula laporan mengenai gaya kepemimpinan Manifold yang dinilai tidak sehat. Ia dikabarkan sering menunjukkan perilaku intimidatif terhadap rekan kerja di tingkat eksekutif maupun staf di level bawah.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan dewan direksi mengenai budaya kerja di dalam perusahaan. Interaksi dengan Elliott Management sebenarnya tidak melanggar aturan spesifik secara teknis, namun dipandang sebagai tindakan sepihak.

Tindakan Manifold dianggap tidak menunjukkan itikad baik terhadap rekan-rekan sejawatnya di dewan direksi. Padahal, setiap komunikasi dengan pemegang saham idealnya dilaporkan secara berkala dalam agenda hubungan investor perusahaan.

Meski begitu, Manifold diketahui sempat memberikan informasi kepada tim hubungan investor BP mengenai beberapa kali pertemuan dengan pihak Elliott. Namun, hal itu tampaknya tidak cukup untuk meredam ketegangan di jajaran petinggi perusahaan.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa perilaku agresif Manifold terhadap kolega kerjanya membuat posisinya di BP tidak dapat lagi dipertahankan. Sebagai langkah cepat, BP kini telah menunjuk Ian Tyler untuk menjabat sebagai chairman sementara.

Hingga saat ini, pihak Elliott Management belum memberikan pernyataan resmi terkait pertemuan tertutup tersebut. Begitu pula dengan juru bicara Manifold yang memilih untuk tidak berkomentar mengenai interaksi dengan sang investor aktivis.

Beberapa poin penting mengenai keterlibatan Elliott Management di tubuh BP adalah:

  • Elliott tercatat memiliki kepemilikan saham di BP lebih dari 5 persen sejak tahun lalu.
  • Investor aktivis ini mendesak BP untuk melakukan efisiensi dengan memangkas biaya operasional perusahaan.
  • Mereka meminta BP mengalihkan fokus investasi dari proyek energi terbarukan kembali ke sektor minyak dan gas.
  • Adanya dorongan untuk menyederhanakan struktur organisasi perusahaan agar lebih lincah dan efektif.

Pihak Elliott sendiri belum memberikan pembaruan mengenai jumlah kepemilikan saham terbaru mereka. Sementara itu, Manifold sebenarnya setuju dengan langkah restrukturisasi dan ingin mempercepat proses perubahan tersebut di BP.

Terkait pemecatannya, Manifold mengaku sangat terkejut karena keputusan tersebut diambil tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Ia dengan tegas membantah tuduhan perilaku buruk dan menyatakan kesiapannya untuk melawan segala narasi negatif yang beredar.

"Mungkin saya memang terlalu keras dan menantang banyak pihak secara langsung dalam upaya mendorong efisiensi serta perbaikan neraca perusahaan," ujar Manifold. Namun, ia menekankan bahwa dirinya tidak bisa menerima fitnah yang merusak reputasinya selama bekerja di BP.

Manifold juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang memberikan komentar buruk tentang kinerjanya dengan bersembunyi di balik anonimitas. Saat ini, belum ada kepastian mengenai langkah hukum yang akan ia tempuh terhadap keputusan manajemen BP tersebut.

Kepergian Manifold menambah panjang daftar pergantian kepemimpinan yang mendadak di tubuh BP dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, CEO Bernard Looney dan Murray Auchincloss juga harus melepaskan jabatan mereka dalam situasi yang serupa.

Ringkasan riwayat kepemimpinan di BP dalam kurun waktu terakhir:

Posisi Nama Pejabat Status Jabatan
Chairman (Lama) Helge Lund Digantikan Manifold
Chairman (Baru) Albert Manifold Dipecat (Mei 2026)
Chairman (Ad Interim) Ian Tyler Menjabat Sementara

Ketidakstabilan di tingkat pimpinan ini menimbulkan keraguan besar di kalangan investor mengenai kemampuan BP menjalankan strategi pemulihan jangka panjang. Padahal, Manifold awalnya direkrut khusus untuk mengembalikan kepercayaan pasar.

Sejak beberapa tahun lalu, BP memang tengah berjuang menghadapi masalah utang yang tinggi serta transformasi strategi energi yang belum stabil. Fokus utama Manifold seharusnya adalah memperbaiki komunikasi dengan pemegang saham serta menjaga stabilitas finansial perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi