Pemerintah Meksiko memperketat tindakan pencegahan dan pengendalian epidemiologi demi merespons wabah Ebola di Afrika menjelang turnamen Piala Dunia 2026. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus lintas negara selama gelaran kompetisi sepak bola tersebut.
Peningkatan pengawasan kesehatan ini dilansir dari Media Indonesia dijalankan secara terintegrasi dengan negara tuan rumah lainnya. Langkah preventif difokuskan pada pemantauan pergerakan penumpang internasional yang memasuki wilayah Amerika Utara.
"Kami menerapkan protokol pengawasan epidemiologi dalam koordinasi dengan Amerika Serikat dan Kanada, terutama dalam konteks Piala Dunia," kata Menteri Kesehatan Meksiko David Kershenobich pada Selasa (26/5).
Hingga saat ini, otoritas kesehatan setempat menegaskan bahwa belum ada penemuan kasus virus tersebut di dalam negeri. Potensi penularan kepada masyarakat domestik juga dinilai masih berada pada tingkat yang amat minim.
Otoritas terkait menyarankan penumpang pesawat yang telah mengunjungi Republik Demokratik Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir untuk menunda perjalanan mereka. Pembatasan ini diimbau tetap berlaku sampai status darurat kesehatan internasional dicabut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintah Meksiko menetapkan kebijakan penapisan berlapis berupa pos pemeriksaan sanitasi di bandara, verifikasi dokumen, serta pelacakan rute penerbangan termasuk jalur transit melalui Eropa. Maskapai penerbangan juga dilibatkan secara aktif untuk memperketat pemeriksaan faktor risiko sebelum penumpang memasuki pesawat.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 3 Juli. Meksiko sendiri bersiap menggelar total 13 pertandingan dalam turnamen akbar tersebut.