PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) berencana mengalihkan 150 juta lembar saham hasil pembelian kembali atau buyback melalui program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen. Rencana strategis ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham pada Kamis, 4 Juni 2026.
Langkah korporasi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan alokasi saham insentif yang mulai menipis untuk periode mendatang. Dilansir dari Market, saham yang akan dialihkan tersebut berasal dari aksi buyback yang dilakukan perseroan pada tahun 2025 lalu.
Corporate Secretary MEDC Siendy K. Wisandana menjelaskan bahwa pengalihan ini mencakup program kepemilikan bagi karyawan, direksi, hingga dewan komisaris. Program ini juga berlaku bagi personil di entitas anak serta afiliasi perusahaan.
ÔÇ£Perseroan akan menyelenggarakan RUPST pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2026, dimana terdapat mata acara RUPST yang akan mengajukan permohonan persetujuan dari pemegang saham sehubungan dengan pelaksanaan pengalihan saham hasil pembelian kembali,ÔÇØ ujar Siendy dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (29/4/2026).
Manajemen menegaskan bahwa jumlah saham yang diusulkan untuk dialihkan telah diperhitungkan secara saksama. Pengalihan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga motivasi jajaran manajemen dan tenaga kerja.
ÔÇ£Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPST untuk mengalihkan sebesar 150.000.000 lembar saham,ÔÇØ tambah Siendy.
Skema yang digunakan adalah Employee Share Allocation Program (ESAP) dan Management Share Allocation Program (MSAP). Program ini telah menjadi bagian dari struktur remunerasi perusahaan sejak tujuh tahun terakhir.
Oleh karena ESAP dan MSAP merupakan bagian dari insentif maka tidak ada pembayaran yang harus dilakukan oleh peserta program, tambahnya.
Berdasarkan catatan laporan keuangan per 31 Maret 2026, emiten migas ini memiliki total saham treasuri mencapai 455,6 juta lembar. Jumlah tersebut setara dengan 1,81 persen dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Manajemen memproyeksikan bahwa tambahan 150 juta saham ini akan mencukupi kebutuhan insentif ESAP dan MSAP untuk kurun waktu 2026 hingga 2028. Pelaksanaan teknis nantinya akan mengikuti aturan POJK Nomor 29/2023 tentang batas waktu pengalihan saham treasuri.