Penumpukan lemak di area perut perlu diwaspadai sebagai sinyal awal adanya risiko gangguan metabolik meskipun kondisi berat badan seseorang terlihat normal. Informasi ini dilansir dari Detik Health pada Selasa (19/5/2026) mengenai pentingnya evaluasi kesehatan secara menyeluruh.
"Banyak orang mengira risiko metabolik hanya terjadi pada orang dengan berat badan berlebih, padahal penumpukan lemak di area perut juga perlu diwaspadai meski berat badan terlihat normal," kata dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM dari Mayapada Hospital Bandung dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).
Kondisi gangguan metabolik serta fatty liver kerap berkembang perlahan tanpa gejala jelas pada tahap awal. Evaluasi kesehatan sebaiknya beralih dari sekadar angka timbangan menuju pemeriksaan sebaran lemak tubuh.
"Lemak di area ini berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik seperti gula darah tinggi, kolesterol, hipertensi, hingga fatty liver. Karena itu, evaluasi kesehatan sebaiknya tidak hanya melihat angka timbangan, tetapi juga memperhatikan lingkar perut dan sebaran lemak tubuh secara menyeluruh," sambung dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM.
Perubahan fisik sederhana seperti lingkar pinggang yang membesar dan celana yang menyempit menjadi indikator awal yang nyata. Pengukuran lingkar perut kemudian dipadukan bersama faktor kesehatan lain guna deteksi dini.
"Karena itu, pengukuran lingkar perut dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu mendeteksi risiko metabolik sejak dini. Namun, perhatian tidak sebaiknya berhenti pada angka tersebut saja. Lingkar perut juga perlu dilihat bersama faktor lain seperti gula darah, kadar kolesterol, tekanan darah, pola makan, aktivitas fisik, hingga komposisi tubuh secara keseluruhan," jelas dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM.
Mayapada Hospital Bandung mengoperasikan Liver & Metabolic Wellness Center (LMWC) untuk menyediakan perawatan komprehensif terkait kesehatan liver, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan. Layanan ini fokus pada deteksi dini risiko obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik.
Fasilitas modern yang mendukung LMWC meliputi elastography FibroScan® untuk memeriksa kesehatan hati secara non-invasif dan Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk evaluasi komposisi tubuh. Layanan terintegrasi ini merupakan bagian dari Gastrohepatology Center.
Gastrohepatology Center kini tersedia di unit Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, hingga Bandung, serta segera hadir di Jakarta Timur. Akses informasi layanan tersebut disediakan melalui Call Center 150770, WhatsApp, dan aplikasi MyCare.