Sebuah bangunan masjid sederhana yang menyimpan jejak sejarah Islam berdiri di tengah keramaian area sekitar Masjidil Haram, Makkah.
Rumah ibadah tersebut bernama Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang diyakini masyarakat berdiri tepat di lokasi bekas kediaman sahabat Nabi sekaligus khalifah pertama Islam.
Dikutip dari Nasional, tempat ibadah ini menjadi salah satu situs bersejarah yang mempunyai nilai spiritualitas tinggi bagi para pengunjung.
Meskipun arsitektur bangunannya terlihat sangat bersahaja, destinasi ini memiliki daya pikat tersendiri lantaran posisinya tidak jauh dari kawasan Masjidil Haram.
Para pengunjung bahkan dapat menyaksikan pemandangan kompleks Masjidil Haram dari sudut pandang berbeda melalui area di sekitar bangunan ini.
Kehadiran tempat ibadah tersebut juga menjadi lokasi alternatif bagi para jemaah yang mendambakan atmosfer ibadah lebih tenang daripada situasi padat di Masjidil Haram.
Kondisi ini sekaligus memberikan kesempatan bagi para pelancong religi untuk menapaktilasi rekam jejak sejarah perkembangan Islam di Kota Suci.
Yuda, seorang jemaah haji yang berasal dari Surabaya, mengaku sengaja berkunjung dan melaksanakan salat di sana ketika sedang berjalan-jalan di wilayah Makkah.
Dia menjelaskan bahwa kedekatan jarak dengan Masjidil Haram menjadi faktor utama yang membuat dirinya menjatuhkan pilihan untuk beribadah di lokasi itu.
Selain faktor jarak, panorama yang terlihat dari kawasan sekitar bangunan memberikan sebuah pengalaman batin yang berbeda bagi dirinya.
"Shalat disini langsung mendapatkan view Msjidil Haram, dengan suasana yang berbeda," kata Yuda.
Sentimen serupa juga diutarakan oleh Ifan, seorang jemaah haji yang datang dari wilayah Sidoarjo.
Ifan mengaku pertama kali mengetahui keberadaan rumah ibadah bersejarah tersebut melalui konten di media sosial TikTok.
Setelah mempelajari latar belakang sejarahnya yang berkaitan erat dengan sosok Abu Bakar Ash-Shiddiq, dia menjadi penasaran untuk melihat langsung atmosfer tempat itu.
Menurut pandangan Ifan, letak geografis yang strategis serta nilai historis yang kuat menjadi magnet utama bagi para jemaah untuk berkunjung.
"Saya tahu masjid ini dari TikTok. Setelah tahu kalau ini peninggalan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan lokasinya dekat dengan Masjidil Haram, saya tertarik datang ke sini karena ini tempat bersejarah," ujar Ifan.
Bagi mayoritas jemaah asal Indonesia, fungsi tempat tersebut tidak sekadar menjadi lokasi persinggahan sementara untuk menunaikan ibadah salat.
Area ini dimanfaatkan pula sebagai ruang kontemplasi demi mengingat kembali rekam jejak perjuangan para sahabat Nabi dalam menyebarkan ajaran Islam.
Aktivitas refleksi tersebut sekaligus dinilai mampu meningkatkan kualitas kekhusyukan para jemaah selama mereka melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci.