Marmer Thassos Yunani Buat Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin

Marmer Thassos Yunani Buat Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin
Foto: Ilustrasi Marmer Thassos Yunani Buat Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin.

Lantai di pelataran Masjidil Haram memiliki keunikan karena selalu terasa dingin meskipun berada di bawah paparan cuaca panas yang ekstrem. Rahasia kesejukan permukaan tempat suci umat Islam ini terletak pada penggunaan material khusus bernama marmer Thassos.

Seperti dilansir dari Detikcom, jenis marmer ini berasal dari batu alam yang ditambang di Pulau Thassos, Yunani Timur. Lokasi penambangannya berada di dekat kota pelabuhan Kavala yang berbatasan langsung dengan Laut Aegea.

Material ini sangat populer karena warnanya yang putih bersih sehingga sering dijuluki sebagai marmer putih salju. Selain estetik, batuan tersebut memiliki kemampuan reflektansi atau daya pantul cahaya yang sangat tinggi bagi bangunan.

Keistimewaan utama marmer Thassos adalah tingkat penyerapan panasnya yang sangat rendah jika dibandingkan dengan jenis marmer lainnya. Karakteristik ini memastikan lantai Masjidil Haram tidak menyimpan panas matahari meskipun terpapar sinar terik sepanjang hari.

Sebuah studi pada jurnal internasional Construction and Building Materials tahun 2021 mengonfirmasi hal tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batu ini memiliki konduktivitas termal yang jauh lebih baik daripada batu kapur biasa.

Sifat unik ini memungkinkan permukaan marmer memantulkan radiasi panas dan meminimalkan pelepasan energi terma ke atmosfer saat malam hari. Dampaknya, suhu permukaan lantai tetap stabil dan sejuk bagi jemaah yang beribadah tanpa alas kaki.

Investasi Pemerintah Arab Saudi untuk Kenyamanan Jemaah

Pemerintah Arab Saudi telah mengimpor marmer dolomit unik ini selama beberapa dekade untuk dipasang di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Penggunaan material mahal ini bertujuan menjaga kenyamanan serta keamanan fisik para jemaah selama berada di tanah suci.

Harga marmer Thassos tergolong premium di pasar internasional. Berdasarkan data dari berbagai pemasok global, harga ubin dari material ini bisa mencapai ratusan dolar AS untuk setiap meter perseginya.

Selain unggul dalam regulasi suhu, marmer ini dilaporkan memiliki kemampuan untuk menyerap kelembaban. Seperti dikutip dari Saudi Expatriates, kelembaban yang terserap pada pagi hari akan hilang dengan sendirinya tanpa menyebabkan lantai menjadi basah atau licin.

Sejarah Penggunaan di Bangunan Dunia

Sebelum digunakan secara masif di Masjidil Haram, marmer Thassos telah menghiasi berbagai bangunan bersejarah tersohor di dunia. Salah satu jejaknya ditemukan pada makam Makedonia kuno di Amphipolis, Yunani, yang merupakan penemuan arkeologi terbesar di wilayah tersebut.

Batuan putih salju ini juga menjadi bagian dari struktur ikonik Hagia Sophia di Istanbul. Daya tahan dan karakteristik termalnya yang stabil menjadikan marmer Thassos pilihan utama untuk bangunan dengan nilai sejarah dan urgensi fungsional yang tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi