Malpraktik Klinik di China Akibatkan Calon Pengantin Koma Permanen

Malpraktik Klinik di China Akibatkan Calon Pengantin Koma Permanen
Foto: Ilustrasi Malpraktik Klinik di China Akibatkan Calon Pengantin Koma Permanen.

Seorang calon pengantin di Shandong, China, bernama Wang Ranran mengalami kerusakan otak permanen dan jatuh koma setelah menerima suntikan medis di sebuah klinik kecil pada Januari lalu. Kejadian tragis ini bermula saat wanita berusia 24 tahun tersebut berniat mengobati gejala flu ringan sebelum hari pernikahannya.

Kisah ini dilansir dari Wolipop, di mana Wang dan tunangannya, Zhang Xirui, mendatangi Daiyue Jin Medical Hall untuk mengobati sakit tenggorokan. Tanpa prosedur pemeriksaan riwayat alergi atau tes kulit, petugas klinik langsung menyuntikkan cairan yang memicu reaksi fatal pada tubuh korban.

Kondisi Wang dilaporkan memburuk seketika dengan gejala mati rasa, muntah, hingga kesulitan bernapas yang berujung pada syok. Akibat keterlambatan penanganan darurat di lokasi, korban didiagnosis menderita asidosis dan gagal napas yang menyebabkan otak kekurangan oksigen selama lebih dari empat menit.

Investigasi kepolisian mengungkap bahwa klinik tersebut beroperasi secara ilegal karena pemberi suntikan bukan tenaga medis profesional, sementara dokter yang menandatangani resep tidak memiliki izin praktik. Otoritas setempat akhirnya menutup paksa klinik tersebut pada April lalu sebagai konsekuensi hukum atas insiden tersebut.

Pihak keluarga kini menghadapi beban finansial besar karena biaya pengobatan mencapai 700.000 yuan, sedangkan kompensasi awal dari pelaku hanya sebesar 200.000 yuan sebelum yang bersangkutan melarikan diri. Meskipun Wang sempat membuka mata dan tersenyum pada 23 April, ia tetap belum bisa berkomunikasi atau bergerak normal.

Zhang Xirui tetap mendampingi tunangannya dan berkomitmen untuk melanjutkan rencana pernikahan mereka meski kondisi fisik Wang telah berubah total. Komitmen tersebut ia sampaikan langsung saat menemani masa pemulihan Wang di rumah sakit.

"Saat kamu mengenakan gaun pengantinmu nanti, aku akan ada di sana untuk menikahimu," ujar Zhang.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap pengelola klinik masih terus berjalan di pengadilan China untuk menentukan tanggung jawab perdata dan pidana. Kasus ini telah memicu perhatian luas di media sosial terkait pengawasan ketat terhadap klinik-klinik kesehatan di tingkat lokal.

Artikel terkait

Rekomendasi