Umat Islam mengkaji makna mendalam dari Surah At-Taubah ayat 128-129 yang memuat karakteristik Rasulullah serta prinsip tawakal pada Kamis, 16 April 2026. Ayat-ayat ini memiliki kekhasan karena diturunkan di Makkah (Makkiyah) meski berada dalam surah Madaniyah.
Dilansir dari Detikcom, Syekh Jalaluddin dalam Tafsirul Qur'anil Azhim mengonfirmasi bahwa dua ayat terakhir tersebut memiliki status istimewa dibandingkan ayat lainnya di Surah At-Taubah. Penjelasan mengenai sistem pergerakan dan tahapan perjuangan Islam juga tertuang dalam surah ke-9 ini.
Ayat 128 menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan yang berasal dari kaumnya sendiri sehingga kepribadiannya sangat dikenal. Beliau digambarkan sebagai sosok yang sangat peduli terhadap penderitaan umat dan senantiasa menginginkan keselamatan bagi orang-orang beriman.
Kementerian Agama melalui Tafsir Ringkas menyebutkan bahwa sifat kasih sayang dan kelembutan Nabi Muhammad merupakan bentuk perhatian besar terhadap pengikutnya. Hal ini menjadi landasan moral bagi umat dalam membangun empati antarsesama manusia.
Sementara itu, ayat 129 memberikan penegasan mengenai sikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT ketika menghadapi penolakan. Nabi diperintahkan untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung dan pelindung yang paling agung.
"Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik 'Arasy (singgasana) yang agung," bunyi arti potongan ayat 129 Surah At-Taubah tersebut.
Beberapa literatur keagamaan mencatat keutamaan mengamalkan ayat-ayat ini sebagai zikir rutin setelah salat untuk memohon kelapangan hidup. Huriyah Huwaida dalam bukunya menjelaskan bahwa membaca ayat ini tujuh kali setelah salat diyakini dapat membantu mempermudah datangnya rezeki.
Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa melalui buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa menambahkan bahwa pembacaan rutin pada waktu Subuh dan Maghrib dipercaya membawa keberkahan. Pengamalan zikir pagi dan petang ini juga dipandang sebagai upaya memohon perlindungan dari berbagai kesulitan duniawi.