Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia. Seperti dikutip dari Media Indonesia, empat mahasiswa asal tanah air sukses membawa pulang penghargaan dari ajang European Model United Nations (EuroMUN) 2026.
Kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut berlangsung di Maastricht, Belanda, pada 14-17 Mei 2026. Ajang ini menjadi salah satu konferensi Model United Nations paling prestisius di kawasan Eropa.
Pada edisi kali ini, EuroMUN 2026 mengusung tema "Responsibility for the Future, the Power of Dialogue". Kompetisi akademik tersebut diikuti oleh 250 mahasiswa yang datang dari 40 negara di seluruh dunia.
Para delegasi Indonesia menunjukkan kemampuan luar biasa dalam bernegosiasi, berdiplomasi, hingga public speaking selama empat hari berkompetisi di Fakultas Hukum Universitas Maastricht.
Berikut adalah daftar mahasiswa Indonesia yang berhasil mendapatkan penghargaan dalam ajang tersebut:
| Nama Mahasiswa | Asal Universitas | Penghargaan / Komite |
|---|---|---|
| Rebecca Raphael Angelica Simorangkir | Universitas Sanata Dharma | Best Delegate (DISEC) |
| Nisriinaa Alyaa | Universitas Brawijaya | Best Delegate (NATO) |
| Calista Trina Winata | Universitas Padjajaran | Honourable Mention (APEC) |
| Lenka Melinda Florienka | Politeknik Negeri Malang | Verbal Commendation (European Parliament) |
Menembus Batas Latar Belakang Pendidikan
Keberhasilan Rebecca Raphael Angelica Simorangkir menjadi salah satu pencapaian yang paling mencuri perhatian dalam ajang ini. Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma tersebut meraih gelar Best Delegate di komite Disarmament and International Security Committee (DISEC) meskipun tidak menempuh pendidikan Hubungan Internasional.
"Walaupun bukan berlatar belakang jurusan Hubungan Internasional, saya sangat bersyukur bisa bersaing dan meraih prestasi terbaik di antara delegasi lain yang datang dari berbagai negara," ujar Rebecca.Ia menambahkan bahwa proses pelatihan intensif yang dijalani selama enam bulan menjadi kunci utama keberhasilannya dalam memahami agenda persidangan serta teknik negosiasi yang kompleks.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Nisriinaa Alyaa, mahasiswa Universitas Brawijaya yang dinobatkan sebagai Best Delegate di komite NATO. Ia menyebut pencapaian di tingkat global ini sebagai momen langka sekali seumur hidup.
"Saya bersyukur bisa mendapatkan prestasi terbaik di kompetisi berskala internasional dengan seluruh pendampingan yang diberikan," ungkap Nisriinaa Alyaa.Partisipasi Aktif Delegasi Indonesia
Selain para peraih penghargaan, terdapat enam mahasiswa Indonesia lainnya yang turut menunjukkan partisipasi aktif sepanjang simulasi sidang tersebut berlangsung.
Keenam mahasiswa tersebut adalah Evan Belsarun Haloho dari Universitas Sriwijaya, Felicia dari Universitas Kristen Maranatha, dan Gusti Ayu Made Devyna Maharani dari UPN ÔÇ£VeteranÔÇØ Jawa Timur.
Selanjutnya terdapat Nadhlif Pelu dari UIN Sunan Ampel, Nanditha Setyaningrum dari IPB University, serta Rachelle Xaverine Nyomanto dari Universitas Lambung Makurat.
Pencapaian yang diraih oleh delegasi Indonesia di EuroMUN 2026 ini membuktikan bahwa kualitas diplomasi serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa tanah air mampu bersaing secara global melampaui batasan disiplin ilmu akademik mereka.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa itu EuroMUN?
EuroMUN (European Model United Nations) adalah simulasi sidang PBB bergengsi di Eropa yang melatih mahasiswa dalam diplomasi, negosiasi, dan pemecahan masalah global.
Apa arti penghargaan Best Delegate?
Best Delegate adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada peserta dengan performa terbaik, mencakup kemampuan negosiasi, penguasaan materi, dan kepemimpinan dalam diskusi.
Di mana EuroMUN 2026 diselenggarakan?
Acara ini diselenggarakan di Fakultas Hukum Universitas Maastricht, Belanda.