Lumpur Proyek Galian PAM Menggenangi Jalan Batu Ampar Jakarta Timur

Lumpur Proyek Galian PAM Menggenangi Jalan Batu Ampar Jakarta Timur
Foto: Ilustrasi Lumpur Proyek Galian PAM Menggenangi Jalan Batu Ampar Jakarta Timur.

Ruas Jalan Batu Ampar di Jakarta Timur dilaporkan tergenang lumpur pada Kamis (30/4/2026) sore yang diduga bersumber dari proyek galian pipa milik PAM Jaya di kawasan tersebut. Insiden yang sempat viral di media sosial ini memaksa para pengendara memperlambat laju kendaraan saat melintasi tumpukan tanah cokelat di badan jalan.

Kondisi gangguan lalu lintas ini dilansir dari Megapolitan melalui unggahan akun Instagram @folk.jaktim yang menunjukkan upaya petugas di lapangan. Para petugas terlihat berupaya membersihkan material lumpur dengan cara menyeroknya secara manual ke area tepi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

"Hati-hati buat warga Condet yang melintas di pertigaan Kandang Monyet (Jalan Batu AmparJalan InpresJalan Raya Tengah) ada tumpahan tanah coklat (lumpur) diduga dari pekerjaan galian @pamjaya_dki  belum diketahui penyebabnya," tulis keterangan akun tersebut.

Hingga Jumat (1/5/2026) siang, pembersihan sisa endapan lumpur masih terus berlangsung di lokasi kejadian. Sejumlah petugas mengumpulkan material tersebut ke dalam karung untuk kemudian diangkut menggunakan truk yang telah disiagakan guna menormalisasi kondisi jalur transportasi tersebut.

Keberadaan sisa lumpur ini memicu keluhan dari para pelaku usaha setempat karena dianggap menghambat akses pelanggan. Salah satu pedagang susu kedelai, Fauzi, menyatakan bahwa tempatnya berjualan terpaksa bergeser akibat tertutup material tanah sejak kejadian kemarin sore.

"Ya mengganggu, karena saya biasa jualan di pinggir jalan itu dan sekarang tertutup lumpur, kalau sekarang dagang di depan (tempat awal)," ujar Fauzi.

Pria berusia 23 tahun tersebut mengamati bahwa lumpur mulai meluber ke jalanan berbarengan dengan turunnya hujan. Meski penyebab teknis luapan belum dipastikan, ia mencatat adanya indikasi kebocoran air di sekitar area galian pada hari-hari sebelumnya.

"Iya, sore kemarin tapi saya enggak tahu pasti, itu karena bocor atau gimana, karena hari-hari sebelumnya juga ada air rembesan dekat galian," ungkapnya.

Fauzi berharap otoritas terkait segera menyelesaikan proses pembersihan secara menyeluruh. Hal ini berkaitan dengan status lahan yang ia gunakan sebagai tempat mencari nafkah harian.

"Ya inginnya sih buru-buru diberesin, kan ini tempat dagang juga ya, kita juga bayar sewa," tuturnya.

Dampak serupa dirasakan oleh Ahmad, warga lainnya yang memiliki toko di area terdampak luapan lumpur tersebut. Ia menyoroti terjadinya kemacetan panjang tepat di depan tempat usahanya akibat penyempitan akses jalan.

"Kalau mengganggu ya jelas, karena kan kemarin juga macet depan toko, walaupun enggak masuk (lumpur) ke toko, tapi akses ke toko yang ganggu," jelas Ahmad.

Ahmad mengapresiasi langkah cepat petugas dalam menangani tumpahan lumpur, namun ia meminta agar area tersebut segera dirapikan sepenuhnya. Ia mengaku tidak mengetahui secara detail apa yang memicu luapan material tersebut dari dalam galian.

"Iya terganggu karena jalan macet, tapi untungnya itu langsung dibersihkan walaupun siang ini masih ada, ya kalau bisa dirapikan lah," ujar Ahmad.

Hingga berita ini dilaporkan, pihak PAM Jaya melalui Senior Manager Corporate & Customer Communication, Gatra, belum memberikan pernyataan resmi. Konfirmasi yang dilayangkan oleh Megapolitan terkait penyebab pasti luapan lumpur tersebut belum mendapat respons.

Artikel terkait

Rekomendasi