Lo Kheng Hong Bagikan Strategi Investasi Saham Bagi Pemula

Lo Kheng Hong Bagikan Strategi Investasi Saham Bagi Pemula
Foto: Ilustrasi Lo Kheng Hong Bagikan Strategi Investasi Saham Bagi Pemula.

Investor kawakan Lo Kheng Hong membagikan strategi serta petuah berinvestasi di pasar modal bagi para investor muda dalam acara Penghargaan GI BEI Tahun 2024 yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Rabu (07/03/2024), sebagaimana dilansir dari Investortrust.

Sosok yang sering dijuluki Warren Buffett Indonesia tersebut menjelaskan bahwa mekanisme investasi di pasar modal domestik sebenarnya tidak rumit dan dapat dipelajari dengan mudah oleh siapa saja.

"Beli saham di Bursa Efek Indonesia sederhana, beli saja (saham) yang price earning ratio-nya rendah, yang price to book-nya rendah," urai Lo Kheng Hong dalam talk show di acara Penghargaan GI BEI Tahun 2024: Komitmen Pasar Modal Membangun Masa Depan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (07/03/2024).

Menurutnya, kemampuan dasar matematika sudah cukup menjadi modal awal bagi seorang investor pemula tanpa harus menguasai perhitungan penilaian saham yang rumit.

"Jadi nggak perlu kita tahu bagaimana menghitung valuasi saham pun kita bisa jadi investor saham yang berhasil, " papar pria yang akrab disapa Pak Lo tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan para peserta edukasi dari Galeri Investasi yang didominasi mahasiswa untuk mengutamakan pendidikan dan menerapkan pola hidup hemat.

"Karena galeri investasi banyak di universitas tentu banyak mahasiswa ya, belajarlah sampai kuliah selesai, lalu setelah tamat kuliah bekerja atau berusaha, cari uang sebanyak-banyaknya kemudian harus hidup hemat dan sederhana," paparnya.

Gaya hidup hemat dinilai menjadi kunci penting agar sisa penghasilan yang diperoleh dapat dialokasikan kembali ke instrumen investasi pasar modal.

"Menjadi investor saham di Bursa Efek Indonesia atau di bursa saham itu bukan hanya jadi orang kaya ya, tapi orang yang berinvestasi di bursa saham itu dia bisa jadi orang terkaya di dunia yang sudah dibuktikan oleh Warren Buffet bisa jadi orang terkaya di dunia hanya dari berinvestasi di bursa saham," jelasnya.

Lebih lanjut, perjalanan investasi pria berusia 65 tahun ini tidak terjadi secara instan karena dirinya sempat mengalami kerugian saat pertama kali memulai investasi di BEI sebelum akhirnya membukukan keuntungan berlipat ganda setelah konsisten selama 35 tahun.

"Apa yang kita lakukan selama 90 hari itu bisa jadi kebiasaan ya, sudah 65 tahun saya hidup hemat dan sederhana. Jadi enggak mungkinlah saya beli barang mahal," jelasnya.

Prinsip hidup hemat tersebut membuatnya lebih memilih menempatkan dana pada aset yang nilainya terus bertumbuh daripada membeli barang-barang mewah yang mengalami penurunan nilai setiap tahunnya.

"Daripada saya naik mobil mewah, saya lebih bangga kalau nama saya muncul sebagai pemegang saham terbesar nomor 3 di Gajah Tunggal, saya lebih bangga menjadi seorang investor saham di Bursa Efek Indonesia daripada saya beli barang-barang branded," tutup Lo Kheng Hong.

Artikel terkait

Rekomendasi