LG Electronics menerapkan strategi penguatan posisi di pasar premium untuk membendung ekspansi produsen elektronik asal China pada industri perangkat rumah tangga global. Langkah strategis ini dipaparkan perusahaan dalam ajang LG InnoFest 2026 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada pertengahan April 2026.
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, perusahaan asal Korea Selatan tersebut memilih fokus pada diferensiasi produk melalui inovasi dan kualitas dibandingkan terjebak dalam persaingan harga. Regional CEO LG Electronics Asia Pasifik, Jaeseung Kim, memberikan gambaran mengenai implementasi kebijakan ini di pasar Amerika Serikat.
"Oleh karena itu kami memutuskan memperkuat posisi LG di segmen premium, sambil menemukan keseimbangan antara penempatan pasar premium dan harga," ujar Jaeseung Kim, Regional CEO LG Electronics Asia Pasifik.
Penegasan posisi ini diambil karena banyaknya kompetitor yang agresif menyasar segmen harga rendah. LG tetap mempertahankan portofolio harga yang beragam namun tetap mengedepankan citra merek kelas atas yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
"Kompetitor banyak bermain di pasar harga rendah, sementara kami memiliki posisi kuat di segmen premium. Kami akan terus memperkuat posisi ini melalui strategi kami," kata Jaeseung Kim, Regional CEO LG Electronics Asia Pasifik.
Pembeda utama lainnya yang diusung LG adalah integrasi ekosistem AI Home yang menghubungkan berbagai perangkat dalam satu sistem cerdas. Teknologi ini dirancang untuk memahami kebiasaan pengguna serta mengotomatisasi aktivitas rumah tangga guna mengoptimalkan penggunaan energi.
LG juga memperkuat strategi lokalisasi dengan menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan spesifik di setiap negara, termasuk pasar Asia dan Indonesia. Melalui kombinasi teknologi AI dan pendekatan premium, perusahaan optimis dapat menjaga daya saing di tengah gempuran merek kompetitor.