LG Electronics memperkenalkan visi masa depan hunian melalui konsep AI Home pada ajang LG InnoFest 2026 di Busan, Korea Selatan, Rabu (15/4/2026). Teknologi ini dirancang untuk menciptakan rumah yang mampu memahami kebutuhan penghuni secara proaktif melalui integrasi kecerdasan buatan.
Visi ini merupakan upaya perusahaan dalam merespons perubahan gaya hidup masyarakat modern yang menuntut efisiensi dan praktisitas dalam mengelola rumah tangga. Dilansir dari Detik iNET, pengembangan teknologi ini menjadi fondasi utama bagi hunian masa depan yang lebih terintegrasi.
CEO Regional LG Electronics Asia Pasifik, Jaeseung Kim, menjelaskan bahwa transformasi perusahaan menuju Smart Life Solution ditopang oleh tiga pilar utama. Fokus tersebut mencakup pengembangan rumah berbasis AI, integrasi teknologi harian, serta penciptaan solusi yang lebih personal bagi setiap konsumen.
"Ini adalah ekspresi yang jelas dari visi kami untuk masa depan di luar peralatan rumah tangga," ujar Jaeseung Kim, CEO Regional LG Electronics Asia Pasifik, saat menjelaskan arah baru perusahaan di ajang tersebut.
LG menggunakan pendekatan yang disebut Affectionate Intelligence, yakni sistem AI yang belajar dari pola hidup dan rutinitas harian untuk memberikan respons yang lebih empatik. Teknologi ini memungkinkan perangkat seperti kulkas, mesin cuci, hingga pendingin ruangan bekerja secara terkoordinasi melalui platform LG ThinQ.
Salah satu target utama dari inovasi ini adalah perwujudan Zero Labor Home atau rumah tanpa beban kerja manual melalui otomatisasi penuh. Sistem ini mampu mengatur siklus pencucian mesin cuci secara otomatis dan menyesuaikan suhu pendinginan kulkas berdasarkan pola penggunaan harian.
Selain meringankan pekerjaan domestik, penggunaan AI Home diklaim dapat meningkatkan efisiensi energi secara signifikan. Perangkat pintar tersebut bekerja mengoptimalkan konsumsi listrik setelah mempelajari kebiasaan penghuni, sehingga lebih relevan bagi masyarakat urban yang mengutamakan kenyamanan dan penghematan biaya.