Komdigi Lelang Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz

Komdigi Lelang Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz
Foto: Ilustrasi Komdigi Lelang Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaksanakan proses seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk mengatur ulang peta persaingan industri telekomunikasi nasional. Langkah ini diharapkan tidak hanya berfokus pada mekanisme harga tinggi yang menguntungkan perusahaan bermodal besar.

Dilansir dari Teknologi, distribusi sumber daya yang seimbang sangat krusial bagi keberlangsungan kompetisi yang sehat di Indonesia. Frekuensi tersebut merupakan aset terbatas yang memungkinkan operator seluler menyediakan beragam paket layanan kepada masyarakat secara lebih fleksibel.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menjelaskan bahwa lelang ini menjadi momen terbesar dalam sejarah alokasi spektrum terbuka di tanah air. Keberhasilan penyerapan sumber daya ini nantinya akan sangat ditentukan oleh penetapan harga dasar yang diputuskan pemerintah.

ÔÇ£Konsentrasi berlebih pada satu pemain berpotensi menciptakan persaingan yang asimetris, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas kompetisi dan pilihan layanan bagi konsumen,ÔÇØ kata Heru Sutadi, Direktur Eksekutif ICT Institute pada Jumat (24/4/2026).

Heru menilai penggabungan pita rendah dan menengah yang ditawarkan pemerintah merupakan langkah progresif bagi perkembangan jaringan. Skema ini memberikan ruang bagi operator untuk mengoptimalkan jangkauan di wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan kapasitas di area perkotaan.

Penggunaan spektrum tambahan ini diprediksi mampu menekan biaya per bit melalui peningkatan efisiensi infrastruktur. Bagi masyarakat, dampak yang diharapkan adalah koneksi internet yang lebih stabil dengan kecepatan tinggi serta tingkat latensi yang lebih rendah.

ÔÇ£Jika biaya spektrum terlalu tinggi, operator cenderung meneruskan beban tersebut ke harga layanan. Sebaliknya, harga lelang yang moderat memberikan peluang bagi operator untuk menawarkan kuota lebih besar dengan harga tetap,ÔÇØ jelas Heru Sutadi, Direktur Eksekutif ICT Institute.

Kondisi kecepatan internet di Indonesia saat ini tercatat masih tertinggal dibandingkan negara tetangga berdasarkan perbandingan harga per Mbps. Data menunjukkan efisiensi biaya internet Indonesia berada pada angka yang kurang kompetitif dibandingkan Singapura dan Thailand.

Perbandingan Kecepatan dan Biaya Internet Regional
NegaraBiaya Bulanan (US$)Kecepatan (Mbps)Harga per Mbps (US$)
Singapura32,224100,08
Thailand23,30272,60,08
Indonesia10,2231,20,34

Meskipun efisiensi jaringan akan meningkat setelah lelang selesai, penurunan tarif layanan kepada konsumen diprediksi tidak akan terjadi secara instan. Strategi bisnis masing-masing operator dan beban biaya lelang menjadi faktor penentu harga paket data di pasar masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi