Legrand memperkenalkan rangkaian solusi sistem daya dalam ajang Legrand Technology Summit 2026 di Jakarta pada Rabu (22/4/2026) guna mendukung kebutuhan infrastruktur digital nasional. Langkah ini diambil seiring meningkatnya permintaan sistem kelistrikan yang stabil untuk menopang pertumbuhan pusat data di Indonesia.
Kebutuhan terhadap infrastruktur daya berkelanjutan terus melonjak menyusul proyeksi nilai pasar pusat data di tanah air yang diperkirakan menembus angka US$3,1 miliar pada 2025. Dilansir dari Teknologi, ekspansi ini dipicu oleh masifnya adopsi layanan digital dan investasi sektor strategis.
President Director Legrand Indonesia Kovi Valoo menjelaskan bahwa keandalan daya saat ini telah bertransformasi menjadi pilar utama dalam menjaga kelangsungan berbagai operasional industri yang tidak boleh terinterupsi.
ÔÇ£Di banyak industri saat ini, keandalan sistem kelistrikan (power reliability) dan transisi energi sudah menjadi kebutuhan utama untuk menjaga operasional tetap berjalan lancar dan efisien," ujar Kovi Valoo, President Director Legrand Indonesia.
Solusi yang dipamerkan oleh perusahaan meliputi perangkat uninterruptible power supply (UPS), sistem distribusi daya terbaru, serta busduct yang dirancang untuk efisiensi energi. Penegasan mengenai pentingnya sinergi sektor teknologi juga muncul dari kalangan profesi ketenagalistrikan.
ÔÇ£Seiring percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sistem kelistrikan yang andal dan aman menjadi semakin penting. Kolaborasi antara industri, asosiasi, dan pelaku teknologi menjadi kunci,ÔÇØ ujar Achmad Sutowo Sutopo, Ketua Umum Himpunan Ahli Elektro Indonesia.
Perencanaan matang terhadap infrastruktur pendukung dianggap krusial untuk menghadapi tantangan perkembangan ekonomi digital di masa mendatang. Hal ini berkaitan dengan fleksibilitas sistem dalam mengakomodasi beban kerja yang terus bertambah.
CEO BDX Indonesia Agus Hartono Wijaya memberikan penilaian bahwa aspek perancangan sistem yang adaptif menjadi faktor penentu keberhasilan infrastruktur digital tanpa harus mengabaikan faktor keamanan.
Infrastruktur daya kini diproyeksikan menjadi titik fokus utama dalam peta jalan investasi teknologi nasional. Keberadaan sistem listrik yang tangguh dipandang sebagai fondasi dasar bagi keberlanjutan ekosistem digital di Indonesia.