Hamparan bunga matahari yang sedang mekar sempurna kini menyambut para pengunjung di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Lokasi ini menjadi daya tarik wisata karena letaknya yang berada di tengah kebun sayuran warga dengan udara sejuk khas pegunungan.
Dilansir dari Kompas, pengelola wisata ladang bunga matahari, Felix Taufik, menjelaskan bahwa destinasi ini bersifat musiman. Hal tersebut dikarenakan bunga matahari tidak dapat mekar sepanjang tahun.
Pengelola biasanya membuka ladang bagi pengunjung sebanyak dua kali dalam setahun saat kondisi bunga sedang mekar sempurna. Aktivitas penanaman hingga mekar memerlukan waktu sekitar 140 hari.
"Pembukaannya kita permusim, jadi dalam setahun ini dua kali, bisa tiga kali kalau penanaman 140 hari, kalo pengolahan lahannya cepat bisa tiga kali." kata Felix.
Setiap akhir pekan atau hari libur, destinasi ini dikunjungi sedikitnya 50 wisatawan per hari. Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 20 ribu untuk menikmati fasilitas foto dengan properti yang telah disediakan.
Keindahan lokasi ini menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial. Banyak wisatawan datang karena rasa penasaran terhadap estetika ladang bunga matahari yang dianggap sangat cocok untuk kebutuhan swafoto.
"Jarang ada tempat yang seestetik ini kalau misalkan kita suka foto foto pasti tertariknya karena bunga matahari." kata Dita.
Keberadaan tempat wisata ini menambah daftar pilihan bagi pelancong yang tengah menghabiskan waktu di Kota Batu. Wisatawan dapat berkunjung selama masa mekar bunga matahari masih berlangsung untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal.