PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 14,9 persen secara tahunan menjadi Rp13,71 triliun hingga Agustus 2023 di tengah penguatan momentum penyaluran kredit. Berdasarkan laporan kinerja yang dilansir dari Investortrust pada Rabu (20/9/2023), perolehan ini didorong oleh pertumbuhan fungsi intermediasi yang tetap solid dan sehat.
Pendapatan bunga bersih perseroan naik 3 persen dari Rp26,70 triliun menjadi Rp27,43 triliun, sementara ekspansi kredit secara konsolidasi mencapai Rp658 triliun. CGS CIMB Sekuritas menilai raihan laba tersebut telah memenuhi 65 persen dari target tahunan, sehingga mereka mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBNI.
Analis CGS CIMB Sekuritas menyatakan kepuasan terhadap keberlanjutan momentum positif tersebut yang juga diikuti dengan perbaikan margin bunga bersih setelah subsidi bunga KUR diterima penuh.
"Kami cukup senang melihat momentum positif pertumbuhan kredit berlanjut di Agustus 2023. BBNI juga bisa membukukan kenaikan pada NIM setelah mereka secara penuh mendapatkan subsidi bunga KUR," tulis riset harian CGS CIMB Sekuritas, Rabu (20/09/2023).
Mandiri Sekuritas turut memberikan pandangan positif dengan menyoroti efisiensi biaya kredit dan stabilitas pendapatan nonbunga. Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra memperkirakan tren operasional positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun.
"Jika kondisi ini bisa dipertahankan dalam beberapa bulan sampai akhir tahun, kami memperkirakan momentum pertumbuhan pendapatan operasional dan PPOP perseroan akan berlanjut sepanjang tahun ini," terang analis Mandiri Sekuritas.
Selain kinerja keuangan, pemegang saham telah menyetujui aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2 pada RUPSLB Selasa (19/09/2023). Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menegaskan langkah ini bertujuan memperluas basis investor ritel di pasar modal Indonesia.
"Dengan stock split, kami berharap basis investor dapat diperluas seiring dengan harga saham perseroan yang lebih terjangkau, terutama bagi investor perorangan atau ritel. Langkah ini diharapkan berdampak positif pada aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga mendorong likuiditas saham perseroan," kata Royke.
Manajemen memastikan bahwa perubahan nominal saham ini tidak akan mengubah struktur kepemilikan atau mengganggu stabilitas permodalan perusahaan. Royke menambahkan bahwa keputusan tersebut didasari oleh respon positif pasar terhadap pergerakan harga saham BBNI dalam tiga tahun terakhir.
"Aksi korporasi tersebut tidak mempengaruhi kecukupan modal dan kinerja keuangan perseroan. Stock split juga tidak akan menyebabkan dilusi atau penurunan jumlah kepemilikan saham oleh pemegang saham perseroan," terang Royke.
Royke menjelaskan keberhasilan BNI menjaga kinerja positif selama semester I-2023 bersumber dari kedisiplinan dalam menerapkan strategi pertumbuhan selektif. Fokus utama tetap berada pada profitabilitas jangka panjang dan transformasi layanan digital di semua segmen nasabah.
"Teruslah berinovasi dan memberdayakan potensi-potensi terbaik untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat," kata Presiden RI Joko Widodo sebagaimana dikutip Royke.
Perseroan saat ini terus melakukan konsolidasi pada anak perusahaan guna memperkuat kontribusi grup. Fokus pada semester kedua akan diarahkan pada penguatan likuiditas dan akuisisi debitur baru yang memiliki profil risiko sehat.
"Program serta solusi yang ditawarkan BNI telah berdampak pada kemampuan perseroan untuk mencetak kinerja positif pada semester pertama 2023. Hal ini diikuti dengan strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial, serta optimalisasi digital," tegas Royke.
Royke optimistis transformasi perusahaan akan memberikan dampak berkelanjutan pada portofolio dan profitabilitas bank di masa depan.
"BNI yakin akselerasi pada semester kedua ini akan lebih baik. Transformasi perusahaan sudah mulai memberikan output dan dampak positif pada kinerja yang lebih baik dalam hal portofolio, likuiditas, hingga profitabilitas," katanya.
Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini menambahkan bahwa target pertumbuhan kredit tahunan berada di kisaran 7 persen hingga 9 persen. BNI memiliki daftar rencana penyaluran kredit yang kuat pada segmen korporasi biru, manufaktur, dan pembiayaan hijau.
"BNI memiliki pipeline yang kuat di segmen wholesale hingga akhir tahun, yaitu perusahaan blue chip dari beberapa sektor ekonomi yang prospektif dan resilient, termasuk yang fokus pada mendukung green loan, hilirisasi sumber daya alam, dan manufaktur," kata Novita, Rabu (20/09/2023).
Novita memproyeksikan peningkatan belanja pemerintah dan daya beli masyarakat akan menjadi pendorong utama sektor konsumer di paruh kedua tahun ini.
"Memasuki semester kedua, kami optimis kredit akan terus tumbuh sesuai dengan target pertumbuhan kredit Perseroan sebesar 7% hingga 9% pada akhir tahun 2023," katanya.
Ia juga menekankan bahwa meskipun melakukan ekspansi, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL di level 2,31 persen dan rasio kecukupan modal yang sangat kuat.
"Dengan kinerja fungsi intermediasi yang positif dan solid ini, kami yakin untuk terus membawa BNI lompat lebih tinggi lagi," tegas Novita.
Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati melaporkan pertumbuhan signifikan pada kanal digital, di mana pengguna BNI Mobile Banking mencapai 14,9 juta nasabah. Transaksi melalui kanal ini telah menembus angka Rp544 triliun sepanjang semester I-2023.
"Pencapaian kinerja tersebut sejalan dengan strategi perseroan untuk menjadikan BNI Mobile Banking sebagai One Stop Financial Solutions, sehingga mampu menjawab berbagai kebutuhan layanan keuangan nasabah," kata Adi Sulistyowati.
Anak perusahaan hibank juga menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan kredit mencapai 56,9 persen melalui kolaborasi bersama sektor teknologi finansial. Strategi ke depan akan melibatkan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memperkuat ekosistem digital.
"Penguatan bisnis hibank ke depan, akan kami lakukan dengan membangun digital core banking baru, modernisasi sistem IT, dan pengembangan basic mobile banking. hibank juga akan memperkuat customer digital touch point yang akan dikembangkan dalam sebuah super platform, data analytics & artificial intelligence, hingga machine learning system," tutur Adi Sulistyowati.
Struktur manajemen juga mengalami penyegaran dengan pengangkatan Pradjoto sebagai Komisaris Utama menggantikan Agus Dermawan Wintarto Martowardojo. Selain itu, Pahala Nugraha Mansury kini resmi menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama BNI.