Kurs Dolar-Rupiah Hari Ini di 4 Bank Besar: Cek Update Terbaru 2026

Kurs Dolar-Rupiah Hari Ini di 4 Bank Besar: Cek Update Terbaru 2026
Foto: Kurs Dolar-Rupiah Hari Ini di 4 Bank Besar: Cek Update Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

Kondisi ekonomi nasional sedang menjadi sorotan seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan terhadap mata uang asing. Salah satu topik yang paling banyak dicari masyarakat adalah mengenai posisi kurs dolar Amerika Serikat (AS) di sejumlah lembaga perbankan besar di Indonesia.

Pada perdagangan yang berlangsung Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terpantau masih sulit melepaskan diri dari tekanan dolar AS. Kondisi ini terlihat dari angka jual dolar AS di beberapa bank nasional yang telah menyentuh angka Rp 17.800.

Ariston Tjendra, pengamat pasar uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, memberikan analisisnya terkait fenomena pelemahan rupiah ini. Ia menyebutkan bahwa tingginya tingkat imbal hasil obligasi di Amerika Serikat menjadi pemicu utama yang menghambat penguatan rupiah saat ini.

Kabar mengenai lonjakan kurs dolar di empat bank utama menjadi salah satu informasi yang paling menyita perhatian pembaca di kanal bisnis. Selain isu mata uang, terdapat beberapa informasi penting lainnya yang berkaitan dengan profil miliarder dunia serta nilai tukar regional.

Daftar Berita Bisnis Terpopuler Hari Ini

Berikut adalah rangkuman tiga artikel bisnis yang paling banyak dibaca pada Jumat, 29 Mei 2026:

1. Kondisi Rupiah yang Menembus Level 17.850

Nilai tukar rupiah masih menunjukkan tren melemah di bawah tekanan dolar Amerika Serikat pada penutupan pekan ini. Di beberapa bank besar, kurs jual bahkan sudah stabil berada di angka Rp 17.800 per dolar AS.

Berdasarkan pantauan data pada pukul 09.30 WIB, Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs e-Rate untuk dolar AS pada posisi beli Rp 17.863. Sementara itu, untuk harga jualnya, BCA mematok di angka Rp 17.883.

Di sisi lain, Bank Mandiri menetapkan kurs khusus dengan nilai beli sebesar Rp 17.795 per dolar AS. Untuk kurs jual, bank pelat merah tersebut mematok harga di level Rp 17.835.

2. Pencapaian Sanjay Mehrotra Masuk Daftar Miliarder

Sanjay Mehrotra, yang menjabat sebagai Chairman sekaligus CEO Micron Technology, secara resmi kini bergabung dalam jajaran miliarder dunia. Pria berusia 67 tahun ini meraih status tersebut setelah nilai saham perusahaan produsen chip memori miliknya mencapai rekor tertinggi.

Total kekayaan Sanjay Mehrotra kini diperkirakan mencapai US$ 1,2 miliar, atau setara dengan Rp 21,36 triliun. Perhitungan kekayaan ini menggunakan asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp 17.810 per dolar AS.

Rekam jejak Mehrotra di industri teknologi memang sangat panjang, mengingat ia telah memimpin Micron Technology sejak tahun 2017. Sebelumnya, ia merupakan salah satu pendiri SanDisk, perusahaan pelopor memori flash yang kemudian dibeli oleh Western Digital pada 2016.

Lonjakan saham Micron yang sangat signifikan, mencapai 194% sepanjang tahun 2026, didorong oleh tingginya permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI). Selama satu tahun terakhir, saham perusahaan ini bahkan telah tumbuh luar biasa sebesar 863%.

3. Dolar Singapura Tembus Angka 14.000

Bukan hanya terhadap dolar AS, rupiah juga tercatat masih belum mampu menunjukkan taringnya di hadapan dolar Singapura. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai tukar dolar Singapura secara resmi menembus level psikologis Rp 14.000.

Data dari Google Finance menunjukkan adanya penguatan dolar Singapura sebesar 0,11% terhadap rupiah pada akhir pekan ini. Angka ini menegaskan posisi mata uang negara tetangga tersebut yang semakin perkasa.

Merujuk pada data tradingeconomics.com, nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah saat ini berada di kisaran angka Rp 13.993,5. Selain mata uang Singapura, dolar AS juga menguat 0,21% ke posisi Rp 17.885,79, sementara yen Jepang naik ke level Rp 112,30.

Ringkasan perbandingan nilai tukar rupiah terhadap beberapa mata uang asing hari ini:

Mata Uang Nilai Tukar Persentase Perubahan
Dolar AS (USD) Rp 17.885,79 Naik 0,21%
Dolar Singapura (SGD) Rp 13.993,50 Naik 0,11%
Yen Jepang (JPY) Rp 112,30 Naik 0,21%

Data di atas menunjukkan bahwa hampir seluruh mata uang utama dunia mengalami penguatan yang signifikan terhadap rupiah. Kondisi pasar keuangan internasional saat ini memang cenderung didominasi oleh penguatan nilai tukar dolar global.

Meski dolar AS nampak perkasa, muncul prediksi bahwa nilainya berpotensi melandai dalam waktu dekat. Hal ini menyusul adanya laporan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait perpanjangan gencatan senjata di wilayah Timur Tengah.

Selain perpanjangan gencatan senjata, kesepakatan tersebut juga mencakup pencabutan pembatasan pengiriman logistik melalui Selat Hormuz. Faktor geopolitik ini diharapkan dapat memberikan sedikit ruang napas bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Artikel terkait

Rekomendasi