Bakmi menjadi salah satu kuliner yang sangat identik dengan masyarakat Bangka. Di pulau penghasil timah ini, kedai bakmi atau mian mudah ditemukan karena pengaruh kuliner orang Khek atau Hakka, yang dilansir dari Lifestyle.
Bagi pelancong yang sedang berada di Kota Pangkalpinang dan mencari sajian bakmi halal, Mie Ayam Bangka Fina dapat menjadi pilihan tepat. Kedai mi legendaris ini berlokasi di Jalan KH. Ali Mustafa, Kecamatan Rangkui, tepat di seberang SMPN 1 Pangkalpinang.
Ruang kedai dilengkapi empat meja persegi panjang yang mampu menampung sekitar 30 pengunjung. Sebelum memilih tempat duduk, konsumen dapat memesan menu di meja dekat teras dengan melihat daftar yang terpajang di dinding bagian depan, di mana Mie Ayam Spesial menjadi menu paling laris.
Saat memasuki area kedai, pengunjung akan melihat pajangan berukuran jumbo di setiap sisi dinding. Salah satu bingkai besar menampilkan foto-foto artis ibu kota yang pernah berkunjung, sementara sisi lainnya memuat informasi panduan menikmati bakmi ala kedai ini.
Sajian Mie Ayam Bangka Spesial dihidangkan dalam mangkuk berisi mi kuning, tauge, sawi, potongan ayam, dan jamur cincang kecoklatan. Hidangan ini kemudian diperkaya dengan taburan bawang goreng serta daun bawang yang mengeluarkan aroma harum minyak bawang.
Sebelum menyantap, mi perlu diaduk agar bumbu berupa minyak bawang, kecap asin, penyedap rasa, dan lada di dasar mangkuk tercampur rata. Saat dikunyah, tekstur mi terasa lembut dan tidak terlalu kenyal, berpadu dengan sayuran renyah serta potongan ayam dan jamur yang juicy.
Setiap meja menyediakan potongan jeruk songkit, sambal, kecap manis, serta lada bagi pengunjung yang ingin menambahkan cita rasa sendiri. Porsi mi ini cukup mengenyangkan dan dilengkapi dengan semangkuk kuah kaldu gurih berisi bakso sapi dan pangsit ayam.
Konsistensi Kualitas Selama 16 Tahun
Sesuai dengan panduan menikmati kuliner di kedai ini, kuah kaldu dan mi sebaiknya disantap secara terpisah.
"Tidak dicampur, agar bisa menikmati rasa otentik masing-masing. Juga enggak bikin mie benyek," kata Entuf Hasanudin, sang pemilik kedai.
Entuf yang merupakan warga pendatang mendapatkan keahlian meracik bakmi dari pengalamannya menjadi koki selama 12 tahun di Bogor. Ia memodifikasi bumbu karena masyarakat Bangka cenderung menyukai rasa yang agak manis, berbeda dengan warga di daerah asalnya yang lebih menyukai rasa gurih.
Mie Ayam Bangka Fina kini menjadi rujukan kuliner bagi pelancong hingga tamu pemerintah daerah di tengah persaingan bisnis bakmi Pulau Bangka. Kedai ini mampu bertahan selama 16 tahun karena konsistensi sang pemilik dalam menjaga kualitas hidangan.
Mi kuning yang digunakan diproduksi setiap hari tanpa bahan pengawet melalui pemesanan khusus ke produsen mi setempat.
"Tapi, setiap hari, saya setor telur dan bumbu untuk adonan mi ke pabrik. Takaran bahan-bahan harus konsisten supaya tekstur mi lembut, tidak terlalu kenyal, tidak pula lembek," ungkap pria 56 tahun ini.
Untuk isian ayam dan jamur cincang, Entuf meraciknya sendiri menggunakan tambahan kecap, sahang atau lada, serta bawang putih. Kedai ini menghabiskan rata-rata 10 kilogram mi kuning setiap hari, dengan lonjakan pengunjung yang biasanya terjadi pada hari Sabtu dan Minggu.
Pilihan Menu dan Harga
Sebagai alternatif mi kuning, pengunjung dapat memilih bihun atau pantiaw yang terbuat dari bahan tepung beras. Harga seporsi makanan di kedai ini bervariasi tergantung pilihan topping, seperti menu Mie Ayam Spesial dengan sup pangsit dan bakso yang dibanderol Rp 33.000.
Kedai ini juga menyediakan camilan berupa pangsit goreng hingga martabak telur yang memiliki tekstur garing dengan isian daging padat. Martabak tersebut disajikan bersama kuah cocolan dengan rasa asam pekat yang berpadu dengan sensasi pedas serta manis.
Harga untuk menu tambahan tersebut berkisar antara Rp 27.000 hingga Rp 55.000 per porsi. Tempat kuliner dengan koordinat GPS -2.131811, 106.110278 ini beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam.