KTM Solutions memaparkan solusi atas hambatan pengelolaan talenta dalam ajang HR Directors Indonesia (HRDI) Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 29ÔÇô30 April 2026. Forum strategis tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin sumber daya manusia dari berbagai industri untuk mendiskusikan transformasi manajemen talenta masa depan.
Kesenjangan antara kepemilikan data dan eksekusi nyata menjadi poin utama yang disoroti oleh perusahaan penyedia solusi teknologi tersebut dilansir dari Teknologi. Banyak organisasi dilaporkan telah memiliki perangkat data yang mumpuni, namun masih kesulitan mengubah wawasan tersebut menjadi langkah konkret yang berdampak bagi perusahaan.
Innovation & Talent Science Director KTM Solutions, Sheeren Yolanda, memperkenalkan konsep fenomena tersebut melalui sesi diskusi bertajuk Response Gap: When Insight Doesn't Translate into Action. Ia menjelaskan bahwa ketersediaan dasbor data yang lengkap belum tentu menjamin terjadinya perubahan tanpa adanya respons organisasi yang konsisten dan terstruktur.
"Banyak organisasi sudah mengetahui yang perlu diperbaiki. Namun perubahan hanya terjadi ketika organisasi siap untuk bertindak atas apa yang sudah mereka ketahui," ujar Sheeren Yolanda, Innovation & Talent Science Director KTM Solutions.
Penjelasan tersebut menekankan perlunya kesiapan organisasi dalam mengambil tindakan berdasarkan informasi yang tersedia. Sebagai langkah mitigasi terhadap kendala tersebut, perusahaan memperkenalkan pendekatan dasbor analisis talenta yang mampu mengintegrasikan data individu dengan sistem organisasi secara menyeluruh.
Melalui sistem integrasi ini, pemangku kebijakan dapat memahami konteks performa talenta di tengah sistem yang memengaruhinya. Kehadiran booth interaktif dengan asesmen singkat mengenai kesejahteraan karier juga disediakan untuk memberikan gambaran keterkaitan kondisi individu terhadap performa bisnis secara berkelanjutan.