Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana (Purn) TNI Ade Supandi, mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergian Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu. Sosok almarhum dinilai memiliki peran yang sangat krusial dalam sejarah modernitas alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI Angkatan Laut.
Salah satu pencapaian besar yang paling dikenang oleh Ade Supandi adalah dedikasi Ryamizard saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Kala itu, Ryamizard memberikan dukungan penuh terhadap proyek pengadaan kapal latih generasi terbaru untuk menggantikan KRI Dewaruci yang legendaris.
Dukungan Penuh Penggantian KRI Dewaruci
Laksamana Ade Supandi menceritakan kembali momen emosional saat ia berkoordinasi secara intensif dengan almarhum terkait rencana menghadirkan KRI Bima Suci. Proses ini merupakan langkah besar karena KRI Dewaruci sudah sangat lama bertugas menjadi kapal latih bagi para taruna.
Menurut penuturan Ade, Ryamizard Ryacudu senantiasa mengawal setiap tahapan penting pembangunan kapal tersebut sejak awal pembicaraan. Ia terlibat aktif mulai dari perencanaan awal hingga tahap pemotongan baja pertama di galangan kapal negara Spanyol.
Rangkaian proses pembangunan kapal latih tersebut meliputi beberapa tahapan berikut:
- Tahapan perencanaan matang di tingkat kementerian dan markas besar.
- Proses pemotongan baja atau steel cutting yang dilakukan di Spanyol.
- Proses peluncuran kapal ke air setelah konstruksi selesai.
- Tahap commissioning atau uji coba fungsi sebelum resmi dioperasikan.
Dukungan yang diberikan oleh almarhum selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan dianggap sangat luar biasa oleh jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut saat itu. Ade Supandi menegaskan bahwa komitmen Ryamizard tidak pernah surut hingga kapal tersebut siap bertugas di tanah air.
Pentingnya Kapal Latih bagi Perwira Laut
Kehadiran sebuah kapal latih yang mumpuni bukan sekadar urusan formalitas pengadaan unit baru bagi organisasi militer. Ade menjelaskan bahwa kapal tersebut merupakan sarana dasar dalam membentuk kemampuan dan keterampilan profesional para perwira matra laut.
Ryamizard Ryacudu memahami betul aspek krusial ini sehingga ia memberikan perhatian khusus pada regenerasi kapal latih tersebut. Hal inilah yang membuat kepergian sang jenderal menjadi kehilangan yang sangat besar bagi keluarga besar TNI Angkatan Laut.
Berikut adalah profil singkat perjalanan karier militer dan pemerintahan almarhum:
| Jabatan Penting | Periode / Keterangan |
|---|---|
| Menteri Pertahanan RI | 2014–2019 (Kabinet Kerja) |
| Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) | 2002–2005 |
| Pangkostrad | 2000–2002 |
| Tempat Meninggal Dunia | RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta |
| Usia Saat Wafat | 76 Tahun |
Tabel di atas merangkum jejak pengabdian Jenderal Ryamizard Ryacudu yang sangat panjang di dunia militer hingga akhirnya dipercaya menjadi menteri. Kontribusinya mencakup berbagai aspek strategis pertahanan nasional selama masa baktinya yang gemilang.
Sembari mengenang jasa-jasa almarhum, Ade Supandi turut memanjatkan doa terbaik agar segala amal ibadah sang jenderal diterima di sisi Tuhan. Ia berharap almarhum diberikan tempat yang mulia dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada hari Minggu, tanggal 31 Mei 2026. Almarhum diketahui meninggal dunia dalam perawatan medis di RSPAD Gatot Soebroto saat memasuki usia yang ke-76 tahun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhum direncanakan akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Upacara pemakaman ini menjadi penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal sebagai prajurit tulen dan setia pada kedaulatan negara.
Selama hidupnya, Ryamizard juga pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya dan Panglima Kostrad sebelum akhirnya memimpin jajaran Angkatan Darat. Kiprahnya di kabinet periode pertama Presiden Joko Widodo semakin mempertegas pengaruhnya dalam kebijakan pertahanan Indonesia di kancah internasional.
Kepergian tokoh militer ini meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan masyarakat luas yang mengenalnya sebagai sosok yang tegas dan berwibawa. Selamat jalan, sang jenderal pendukung utama KRI Bima Suci.