Korban Dugaan Keracunan Makanan di Klaten Bertambah Jadi 500 Orang

Korban Dugaan Keracunan Makanan di Klaten Bertambah Jadi 500 Orang
Foto: Ilustrasi Korban Dugaan Keracunan Makanan di Klaten Bertambah Jadi 500 Orang.

Jumlah warga yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, kini dilaporkan melonjak hingga mencapai 500 orang pada Kamis (30/4/2026). Mayoritas korban yang terdiri dari guru dan siswa tersebut merasakan mual serta pusing usai menyantap hidangan sop galantin.

Kenaikan jumlah korban ini dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, dilansir dari Detik Health. Meski angka laporan meningkat signifikan, penambahan tersebut didominasi oleh warga yang hanya mengalami gejala klinis ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

"Bertambah yang bergejala namun tidak melakukan perawatan di fasilitas kesehatan. Ya muncul gejala tapi ringan," jelas Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Anggit Budiarto kepada detikJateng, Kamis (30/4/2026) siang.

Anggit menegaskan bahwa penambahan angka ini seluruhnya berasal dari kalangan siswa, sementara jumlah guru yang terdampak tidak mengalami perubahan. Saat ini, otoritas kesehatan setempat tengah melakukan sinkronisasi data untuk memastikan jumlah pasti korban terdampak dalam insiden tersebut.

"Kita akan konfirmasi data riilnya bersama pihak terkait dalam hal ini Puskesmas dan Dinas Pendidikan," imbuh Anggit.

Berdasarkan laporan dari Puskesmas Majengan di Kecamatan Tulung, para pasien umumnya mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut. Beberapa siswa yang sebelumnya menjalani perawatan medis di puskesmas tersebut kini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan fisik.

"Sudah enggak. Yang hari ini mau pulang ada empat orang," ungkap siswi kelas VIII itu.

Intan, salah satu siswi SMPN 1 Tulung yang sempat dirawat, menyatakan bahwa kondisi kesehatannya membaik setelah sebelumnya mengalami mual dan diare. Ia menyebutkan rasa pusing yang dialaminya sudah hilang total sebelum diizinkan meninggalkan fasilitas kesehatan.

"Tadi malam cuma mual sedikit dan muntah sekali, sekarang sudah tidak lagi," imbuhnya.

Insiden ini bermula ketika sekitar 200 siswa dan guru di wilayah Kecamatan Tulung diduga mengalami keracunan massal pada hari sebelumnya. Keluhan mual dan diare dilaporkan muncul secara serentak tidak lama setelah mereka mengonsumsi jatah makanan dari program pemerintah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi