Hotel House of Tugu di kawasan Kota Tua Jakarta memamerkan koper milik Pangeran Diponegoro dari tahun 1834 sebagai bagian dari koleksi benda bersejarah pada Jumat (17/4/2026). Dilansir dari Detik Travel, koper berwarna coklat gelap tersebut disimpan di dalam lemari kaca pada salah satu sudut hotel.
Pengelola hotel menempatkan peninggalan tersebut di lokasi yang cukup tersembunyi di balik patung besar sang pangeran. Fasilitas melihat benda ini dikhususkan bagi tamu hotel yang mengikuti tur sejarah di area properti tersebut.
"Koper terbuat dari akar pohon yang digunakan pada saat Pangeran Diponegoro dibuang ke Makassar," kata Regional Sales & Marketing Manager Tugu Hotels & Restaurants, Rosiany "Sian" T. Chandra.
Selain koper tersebut, hotel ini juga menyimpan berbagai artefak penting lainnya. Koleksinya mencakup surat tulisan tangan Soekarno untuk Fatmawati, pintu bekas klub elit Batavia Societeit de Harmonie, hingga perahu macan atau Tigersgracht berukuran raksasa.
"(Kapal macan) digunakan dulu buat upacara sakral, untuk menyelamati pelayaran sekitar di Kali Besar. Kita dapatkan catatan sejarahnya dari literatur bahasa Belanda," ucap Sian.
Bangunan hotel ini berdiri di lokasi yang dahulu merupakan rumah seorang pedagang Tionghoa yang dikenal tertutup. Area depan kantor hotel atau Kapiten Hall masih memajang papan nama bertuliskan The Forbidden House of Batavia sebagai pengingat sejarah bangunan tersebut.
"Dia tidak ingin rumahnya dimasuki oleh orang, jadi dia seperti introvert, dia membangun tembok sekeliling rumahnya. Oleh sebab itu, dikenal waktu itu sebagai The Forbidden House of Batavia (Rumah Terlarang Batavia)," jelas Sian.
Kompleks tersebut sempat beralih fungsi menjadi kantor Kong Koan, organisasi perkumpulan pedagang Tionghoa yang dipimpin oleh seorang kapiten pilihan VOC. Sian menyebutkan bahwa konsep hotel ini dirancang agar tamu bisa merasakan atmosfer masa lalu secara langsung.
"House of Tugu Jakarta menjadi bagian dari Kota Tua karena tamu-tamu yang datang menginap di sini, selain merasakan vibes zaman dulu, juga blend in dengan sejarah Kota Tua," kata Sian.
Hotel ini memiliki 25 kamar dengan desain unik, termasuk tipe Riverside Suites yang dilengkapi balkon menghadap Kali Krukut. Di area restoran, terdapat pohon maja yang dipertahankan sebagai bagian dari struktur bangunan serta hiasan naga sepanjang 26,5 meter yang memiliki sejarah sejak tahun 1963.
Seluruh benda kuno di hotel ini merupakan koleksi pribadi pendiri Tugu Group, Anhar Setjadibrata. Langkah pelestarian ini didasari oleh keprihatinan Anhar terhadap banyaknya barang antik Indonesia yang dibawa ke luar negeri pada masa lalu.