Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus Membaik Usai Penyiraman Air Keras

Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus Membaik Usai Penyiraman Air Keras
Foto: Ilustrasi Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus Membaik Usai Penyiraman Air Keras.

Kondisi kesehatan aktivis KontraS, Andrie Yunus, dilaporkan berangsur stabil setelah menjalani perawatan selama dua bulan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat penyiraman air keras. Pemulihan intensif dilakukan tim medis multidisiplin menyusul serangan yang terjadi di Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026.

Pihak rumah sakit terus melakukan observasi mendalam terhadap luka bakar yang dialami korban pada bagian wajah dan tubuh. Penanganan khusus saat ini difokuskan pada pemulihan indra penglihatan serta jaringan kulit yang terdampak trauma kimia asam tersebut.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, memberikan penjelasan mengenai tindakan medis terbaru yang dilakukan terhadap organ penglihatan pasien. Upaya ini bertujuan untuk melindungi fungsi mata kanan Andrie yang terdampak cukup serius saat kejadian.

"Terkait kondisi mata kanan, saat ini masih dalam tahap penanganan lanjutan dengan tindakan penutupan kelopak mata sementara," ujar Yoga dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026), dilansir dari Megapolitan.

Langkah penutupan tersebut diambil guna menunjang proses regenerasi sel dan menjaga keutuhan bola mata korban. Hasil pemindaian ultrasonografi menunjukkan bahwa struktur internal mata masih dalam kondisi baik tanpa adanya kerusakan saraf yang fatal.

"Evaluasi berkala tetap dilakukan oleh tim dokter mata bersama tim bedah plastik rekonstruksi," tutur Yoga.

Selain penanganan fisik, tim medis juga memperhatikan aspek kesehatan mental aktivis tersebut selama masa isolasi di rumah sakit. Berdasarkan laporan tim psikiatri, Andrie menunjukkan kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap perubahan kondisi fisiknya.

Hingga saat ini, pemulihan Andrie melibatkan kolaborasi antara spesialis bedah plastik, oftalmologi, hingga psikiatri. Hal ini dilakukan karena pasien menderita luka bakar hingga 20 persen yang tersebar di area wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan.

"Pasien memiliki riwayat luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan akibat trauma kimia asam yang terjadi pada 12 Maret 2026," jelas Yoga.

Operasi terakhir yang dijalani Andrie berlangsung pada 7 Mei 2026, yang meliputi pembersihan jaringan mati dan tindakan cangkok kulit. Yoga Nara mengonfirmasi bahwa pascaoperasi tersebut, pasien tidak menunjukkan komplikasi medis yang mengkhawatirkan.

"Pada evaluasi terakhir tanggal 8 Mei 2026, kondisi pasien dinyatakan stabil. Pasien tidak mengalami demam, mual, maupun muntah," kata Yoga.

Kondisi fisik Andrie dinilai menunjukkan kemajuan signifikan karena ia sudah mampu melakukan aktivitas dasar secara mandiri. Rasa nyeri yang biasanya muncul setelah tindakan bedah besar dilaporkan masih dalam batas yang bisa ditangani oleh obat-obatan medis.

"Toleransi makan baik, serta dapat berjalan secara mandiri. Keluhan nyeri pasca operasi minimal dan masih dapat dikontrol dengan terapi yang diberikan tim medis," tambahnya.

Kasus kekerasan yang menimpa Andrie Yunus ini telah masuk ke ranah hukum di Pengadilan Militer Jakarta. Empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani proses persidangan atas dakwaan penganiayaan berat.

Artikel terkait

Rekomendasi