KompasTravel Gelar Tur Jalan Kaki Telusuri Sejarah Kopi di Jakarta

KompasTravel Gelar Tur Jalan Kaki Telusuri Sejarah Kopi di Jakarta
Foto: Ilustrasi KompasTravel Gelar Tur Jalan Kaki Telusuri Sejarah Kopi di Jakarta.

KompasTravel menyelenggarakan program wisata jalan kaki perdana bertajuk BerKemana untuk menyusuri jejak sejarah dan budaya kopi di kawasan Menteng hingga Jalan Sabang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/4/2026). Perjalanan ini dipandu oleh pendamping dari Jalur Medina guna memperkaya pengalaman literasi sejarah para peserta.

Kegiatan yang dilansir dari Detik Travel ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Masjid Cut Meutia dan berakhir pukul 13.00 WIB di Hotel Mercure Jakarta Sabang. Peserta yang mengikuti tur ini dikenakan biaya pendaftaran mulai dari Rp 200.000 per orang untuk mendapatkan fasilitas konsumsi lengkap.

Masjid Cut Meutia menjadi lokasi pembuka karena nilai sejarahnya sebagai bangunan peninggalan kolonial Belanda tahun 1912 yang kini berstatus cagar budaya. Rute kemudian berlanjut ke Toko Kopi Luwak di Jalan Srikaya yang telah beroperasi sejak 1970 dan masih menggunakan metode penggilingan tradisional.

Pemandu wisata sekaligus co-founder Jalur Medina, Nurdita Afifah, memberikan penjelasan mengenai perpindahan jamaah dari Masjid Cut Meutia ke Masjid Cut Nyak Dien yang juga menjadi titik pemberhentian.

"Jadi awalnya tuh semua orang masih salat di Masjid Cut Meutia, terus karena overload, akhirnya pindah ke masjid ini," kata Nurdita Afifah, pemandu wisata sekaligus co-founder Jalur Medina.

Rombongan juga melewati Restaurant Rendezvous yang berdiri sejak 1973 serta Khong Guan Mart yang legendaris di Jalan Sabang. Selain itu, peserta mengunjungi Jakarta Coffee House dan Bakmi Toko Tiga sebelum menuju ikon nasional Mal Sarinah untuk melihat relief sejarah dan eskalator pertama di Indonesia.

Penjelasan sejarah berlanjut saat rombongan melintasi lokasi syuting video musik lawas di Jalan Sabang yang fenomenal.

"Video musik berjudul "Yang Terdalam" itu menampilkan Ariel dan anggota band PETERPAN, dengan suasana Jalan Sabang masa itu, sekitar 13 tahun lalu," ujar Nurdita Afifah, pemandu wisata sekaligus co-founder Jalur Medina.

Destinasi berikutnya adalah The Atjeh Connection dan toko roti legendaris Sakura Anpan yang telah eksis sejak 1978. Nurdita menyoroti arsitektur bangunan toko roti tersebut yang masih mempertahankan nuansa otentik masa lalu.

"Bentuk bangunan di fasadnya sendiri kan kita sudah langsung lihat, kayaknya ini sudah lama banget gitu ya," kata Nurdita Afifah, pemandu wisata sekaligus co-founder Jalur Medina.

Perjalanan berakhir di Hotel Mercure Jakarta Sabang dengan kegiatan coffee cupping yang dipandu oleh instruktur barista dari Kenal Coffee Roastery. Selain edukasi kopi, sesi penutup ini diisi dengan makan siang bersama dan pembagian suvenir kepada seluruh peserta tur.

Artikel terkait

Rekomendasi