Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Operator Seluler

Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Operator Seluler
Foto: Ilustrasi Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Operator Seluler.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka proses seleksi penggunaan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz bagi operator seluler di Indonesia. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan 4G ke wilayah pelosok serta mempercepat adopsi teknologi 5G secara nasional sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Pemerintah menawarkan total lebar pita 70 MHz pada frekuensi 700 MHz dan 190 MHz pada frekuensi 2,6 GHz untuk menggenjot kecepatan internet. Frekuensi rendah dinilai mumpuni untuk daya jangkau sinyal yang luas, sementara frekuensi tinggi ditujukan untuk kapasitas data besar di kawasan padat penduduk.

Telkomsel menyambut baik inisiatif pemerintah ini dan menganggap kedua spektrum tersebut sebagai elemen vital dalam penguatan ekosistem telekomunikasi. Perusahaan menyatakan komitmennya dalam mendukung transformasi digital melalui kesiapan infrastruktur yang berkelanjutan agar spektrum baru dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat.

"Sebagai operator digital terdepan, Telkomsel berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital nasional. Kami terus melakukan persiapan teknologi dan pengembangan infrastruktur agar spektrum baru ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan layanan yang relevan dan berdampak," tutur VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi.

Pihak Telkomsel juga memberikan penekanan bahwa kelancaran proses seleksi ini sangat penting bagi kesehatan industri telekomunikasi dalam jangka panjang.

"Telkomsel berharap berharap proses seleksi dapat berjalan dengan baik dan produktif, sehingga pemanfaatan spektrum frekuensi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi industri dan memperkuat daya saing sektor digital, tetapi juga turut menunjang upaya menjaga kesehatan industri dan investasi secara berkelanjutan," tambah Abdullah Fahmi.

Sementara itu, XLSmart menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam lelang ini guna meningkatkan kualitas layanan pelanggan mereka. Manajemen memastikan ketertarikan pada kedua pita frekuensi yang ditawarkan pemerintah tersebut.

"Ya, kami berminat dan akan ikut serta dalam proses seleksi pitra frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut," kata Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Zahid Mirza.

Berbeda dengan kedua pesaingnya, Indosat Ooredoo Hutchison masih bersikap hati-hati dan belum memberikan kepastian mengenai langkah yang akan diambil dalam proses lelang ini.

"Hingga saat ini, kami masih dalam tahap pembahasan internal dan belum terdapat detail informasi yang dapat kami bagikan kepada media. Kami akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut seiring dengan progres yang berjalan," kata pihak Indosat.

Pemenang lelang nantinya dibebani kewajiban untuk menyediakan layanan 4G/LTE di desa atau kelurahan yang telah ditetapkan pemerintah serta mengimplementasikan 5G di berbagai wilayah. Selain itu, terdapat komitmen finansial berupa pembayaran up-front fee, biaya tahunan spektrum, dan jaminan pembayaran hingga masa izin berakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi