Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perkuat Internet

Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perkuat Internet
Foto: Ilustrasi Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perkuat Internet.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan penguatan layanan internet seluler di tanah air melalui pemanfaatan pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat mendapatkan kualitas layanan komunikasi yang lebih optimal melalui pengelolaan spektrum yang lebih baik.

Dilansir dari Detik iNET, pemerintah telah resmi membuka proses lelang untuk kedua frekuensi tersebut. Frekuensi radio sendiri berperan sebagai jalur utama bagi operator seluler dalam mendistribusikan sinyal internet serta komunikasi ke berbagai perangkat pengguna di seluruh wilayah Indonesia.

Pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dinilai sangat krusial meskipun keduanya memiliki karakteristik teknis yang berbeda. Kombinasi kedua jalur ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas jaringan secara signifikan, memperluas jangkauan sinyal, hingga memacu kecepatan akses internet menjadi lebih tinggi.

Pita frekuensi 700 MHz diklasifikasikan sebagai frekuensi rendah yang memiliki keunggulan pada luas jangkauan sinyal. Jalur ini memiliki kemampuan penetrasi yang sangat kuat untuk menembus dinding bangunan maupun menghadapi rintangan geografis yang sulit.

Karakteristik tersebut menjadikan frekuensi ini sangat ideal untuk memperluas akses internet di kawasan pedesaan serta wilayah pegunungan dan hutan. Selain itu, pemerintah memproyeksikan penggunaan pita ini untuk mengatasi masalah blank spot di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang selama ini menjadi tantangan besar.

Dalam rincian teknis lelang, Komdigi mengalokasikan rentang 703-738 MHz untuk kebutuhan uplink. Jalur tersebut dipasangkan dengan rentang 758-793 MHz untuk kebutuhan downlink, sehingga total lebar pita yang disediakan mencapai 70 MHz.

Kapasitas Besar di Pita 2,6 GHz

Berbeda dengan jalur sebelumnya, frekuensi 2,6 GHz merupakan spektrum menengah yang menawarkan kapasitas jauh lebih besar untuk mengelola trafik data yang padat. Jalur ini sangat cocok diimplementasikan pada wilayah perkotaan dengan populasi penduduk yang tinggi.

Kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, area industri, hingga lingkungan kampus membutuhkan kapasitas internet yang besar agar tetap stabil. Dengan dukungan frekuensi ini, aktivitas digital seperti rapat virtual, streaming video berkualitas tinggi, hingga bermain game online dapat berjalan dengan pengalaman yang lebih lancar.

Spektrum tinggi ini dibuka pada rentang frekuensi 2500-2690 MHz. Total lebar pita yang ditawarkan pada frekuensi ini sangat luas, yakni mencapai 190 MHz, yang memungkinkannya mendukung layanan berbasis cloud dengan performa maksimal.

Strategi Pengembangan Jaringan 4G dan 5G

Integrasi antara frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi pilar utama dalam strategi pengembangan infrastruktur 4G dan 5G di Indonesia. Frekuensi rendah bertugas menjamin pemerataan akses hingga ke pelosok, sementara frekuensi menengah mendorong lonjakan kapasitas dan kecepatan di titik-titik padat.

Komdigi juga menetapkan syarat ketat bagi operator seluler yang berhasil memenangkan proses seleksi ini. Para pemenang memiliki kewajiban untuk menghadirkan layanan 4G/LTE di daftar desa dan kelurahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai bagian dari komitmen pemerataan akses.

Selain perluasan 4G, operator terpilih diwajibkan untuk segera mengimplementasikan teknologi 5G di berbagai kota dan kabupaten sesuai dengan regulasi. Hal ini dilakukan agar transformasi digital di Indonesia dapat merata di berbagai sektor, baik di perkotaan maupun wilayah rural.

Pemenang lelang juga harus memenuhi aspek finansial yang telah ditentukan sebagai bentuk tanggung jawab penggunaan sumber daya negara. Kewajiban tersebut mencakup pembayaran biaya izin awal atau up-front fee, biaya tahunan penggunaan spektrum (BHP), serta penyediaan jaminan pembayaran hingga masa berlaku izin berakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi