Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong perusahaan teknologi untuk memperluas pembangunan infrastruktur data center ke wilayah timur Indonesia pada Rabu (29/4/2026). Langkah strategis ini bertujuan agar fasilitas pendukung ekonomi digital tidak hanya menumpuk di bagian barat Indonesia.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dilansir dari Teknologi, pemerintah melalui Komdigi telah berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) guna membahas arah pengembangan pusat data nasional.
Wayan menegaskan bahwa distribusi geografis pusat data harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan industri digital tanah air saat ini.
"Kami mengupayakan bagaimana data center itu jangan terfokus di satu wilayah, wilayah Barat," kata Wayan, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi.
Pemerintah saat ini sedang merancang peta jalan khusus untuk mengatur pembangunan pusat data bagi sektor swasta di berbagai daerah. Penyiapan rencana induk ini diharapkan menjadi panduan bagi investor dalam menentukan lokasi pembangunan yang lebih tersebar secara merata.
"Nanti kan disusun. Disusun bentuk roadmap data center itu seperti apa," katanya.
Realisasi pembangunan pusat data membutuhkan sinergi lintas sektoral karena melibatkan kebutuhan sumber daya yang kompleks. Keterlibatan pihak lain seperti PLN untuk pasokan energi dan KLHK untuk pengelolaan lingkungan menjadi faktor krusial dalam perizinan dan operasional fasilitas tersebut.
Fungsi pusat data telah bergeser dari sekadar ruang penyimpanan menjadi fondasi utama bagi komputasi skala besar dan integrasi komputasi awan. Kebutuhan penyimpanan data yang masif diprediksi akan terus melonjak seiring dengan adopsi teknologi digital yang kian mendalam.
Pemerintah juga berkomitmen mendorong kedaulatan data melalui konsep Green Data Center yang lebih berkelanjutan. Kebijakan ini diambil untuk memosisikan Indonesia sebagai pusat data utama di tingkat regional.
"Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi hub data center di kawasan, dan ini harus kami dorong menjadi lebih serius sebagai bagian dari pemosisian strategis nasional," katanya.