Kisah Surya Midha, DO Kampus Jadi Bos Startup AI Berharta Rp39 T yang Mengejutkan

Kisah Surya Midha, DO Kampus Jadi Bos Startup AI Berharta Rp39 T yang Mengejutkan
Foto: Kisah Surya Midha, DO Kampus Jadi Bos Startup AI Berharta Rp39 T yang Mengejutkan. (Illustration by Pexels)

Dunia teknologi kini melahirkan sosok miliarder muda baru lewat tangan dingin Surya Midha. Di usianya yang baru menginjak 22 tahun, Midha berhasil membangun kekayaan fantastis melalui perusahaan rintisan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Mercor.

Berdasarkan data Forbes per akhir Mei 2026, total kekayaan bersih Surya Midha telah menyentuh angka US$2,2 miliar. Jika dikonversi ke mata uang lokal, nilai tersebut setara dengan Rp39 triliun dengan asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS.

Pencapaian luar biasa ini membawa namanya tercatat sebagai miliarder termuda di dunia yang membangun kekayaannya sendiri atau self-made billionaire. Prestasi ini bahkan melampaui rekor pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang mendapatkan gelar serupa saat berusia 23 tahun.

Profil Singkat dan Perjalanan Pendidikan

Lahir di Mountain View, Amerika Serikat, pada Juni 2003, Midha tumbuh besar dalam keluarga keturunan India yang berimigrasi ke AS. Sejak masa sekolah, ia sudah menunjukkan bakat yang menonjol, termasuk memenangi kejuaraan debat nasional saat duduk di bangku menengah.

Perjalanan akademisnya berlanjut di Georgetown University dengan fokus pada studi luar negeri. Namun, panggilan jiwa sebagai pengusaha membuatnya memutuskan untuk cuti kuliah pada tahun 2023 hingga akhirnya memilih untuk drop out.

Keputusan besar tersebut ia ambil demi membangun Mercor di San Francisco bersama dua rekan sekolahnya, Brendan Foody dan Adarsh Hiremath. Ketiganya merupakan sosok berprestasi yang juga menjadi penerima beasiswa dari pendiri PayPal, Peter Thiel.

Revolusi Perekrutan Tenaga Kerja Berbasis AI

Mercor hadir sebagai platform inovatif yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk merampingkan proses rekrutmen karyawan. Fokus utama perusahaan ini adalah menghilangkan bias manusia sehingga pemilihan kandidat dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi murni.

Sistem AI yang mereka kembangkan mampu mengotomatisasi penyaringan resume hingga melakukan sesi wawancara. Model bisnisnya terbilang efektif karena perusahaan menarik komisi dari biaya pencarian tenaga kerja serta tarif pencocokan posisi pekerjaan.

Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai perkembangan bisnis Mercor:
  • Lompatan Pendapatan: Perusahaan mencatat pertumbuhan pemasukan dari US$2 juta menjadi US$500 juta hanya dalam waktu satu tahun.
  • Total Pendapatan: Sepanjang tahun lalu, Mercor berhasil membukukan pendapatan hingga mencapai US$760 juta.
  • Klien Besar: Salah satu perusahaan teknologi ternama yang menggunakan jasa Mercor adalah pengembang ChatGPT, OpenAI.
  • Valuasi Perusahaan: Setelah putaran pendanaan seri C pada tahun 2025, nilai pasar Mercor diperkirakan telah menembus US$10 miliar.

Kesuksesan ini membuktikan bahwa efisiensi yang ditawarkan oleh AI sangat diminati oleh industri besar saat ini. Mercor juga terus melakukan ekspansi dengan melibatkan tenaga profesional seperti dokter dan pengacara untuk melatih model AI mereka.

Struktur Kepemimpinan dan Kepemilikan

Surya Midha diperkirakan memiliki porsi kepemilikan saham di Mercor sebesar 22 persen. Sejak akhir tahun 2025, ia telah menduduki posisi sebagai Chairman setelah sebelumnya menjabat sebagai Chief Operation Officer (COO).

Meskipun namanya kini sejajar dengan para taipan teknologi dunia, Midha dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Saat ini ia memilih menetap di San Diego dan cenderung menghindari sorotan publik meski bisnisnya terus menjadi perbincangan hangat.

Ringkasan mengenai profil dan pencapaian Surya Midha dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Ringkasan Profil Surya Midha:

Kategori Keterangan
Nama Lengkap Surya Midha
Usia 22 Tahun
Estimasi Kekayaan US$2,2 Miliar (Rp39 Triliun)
Nama Perusahaan Mercor (Startup AI Rekrutmen)
Jabatan Saat Ini Chairman

Informasi di atas menunjukkan betapa cepatnya pergeseran kekayaan di era digital saat ini. Keberanian Surya Midha untuk meninggalkan pendidikan formal demi fokus pada teknologi AI telah membuahkan hasil yang luar biasa dalam waktu singkat.

Artikel terkait

Rekomendasi