Kesenjangan Penetrasi Internet di Kawasan Indonesia Timur Capai Sebelas Persen

Kesenjangan Penetrasi Internet di Kawasan Indonesia Timur Capai Sebelas Persen
Foto: Ilustrasi Kesenjangan Penetrasi Internet di Kawasan Indonesia Timur Capai Sebelas Persen.

Tingkat penetrasi internet di wilayah Indonesia Timur dilaporkan baru menyentuh angka 69,26 persen berdasarkan data survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 yang dirilis pada Jumat (17/4/2026). Angka tersebut menunjukkan kesenjangan digital yang cukup lebar dibandingkan rata-rata penetrasi nasional yang kini telah mencapai 80,66 persen.

Kesenjangan ini menjadi indikasi bahwa pemerataan akses digital masih terhambat oleh kondisi geografis yang ekstrem di wilayah Maluku dan Papua. Dilansir dari Detik iNET, rintangan berupa hutan lebat, rangkaian pegunungan, serta status daerah kepulauan terpencil menjadi faktor utama sulitnya perluasan jaringan.

Kondisi infrastruktur fisik yang terbatas, seperti jaringan fiber optik dan Base Transceiver Station (BTS), menyebabkan munculnya titik buta sinyal atau blank spot di banyak lokasi. Hal ini berdampak langsung pada terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan publik, informasi, dan potensi ekonomi digital nasional.

Pemerintah saat ini memfokuskan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Namun, pembangunan infrastruktur terestrial membutuhkan waktu investasi yang lama sehingga teknologi satelit diposisikan sebagai alternatif strategis untuk solusi konektivitas cepat.

Pihak Telkomsat menekankan bahwa satelit menjadi instrumen vital dalam menghubungkan wilayah yang sulit dijangkau oleh kabel fisik maupun menara seluler konvensional demi mewujudkan transformasi digital yang inklusif.

"Sebagai negara kepulauan dengan tantangan geografis yang tinggi, Indonesia membutuhkan solusi konektivitas yang mampu menjangkau daerah terpencil tanpa bergantung pada pembangunan jaringan fisik yang kompleks dan memerlukan waktu panjang. Di sinilah satelit memainkan peran penting sebagai tulang punggung konektivitas di wilayah-wilayah tersebut," ujar Telkomsat.

Pemanfaatan koneksi satelit tersebut telah mencakup berbagai sektor krusial seperti pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh dan sektor kesehatan melalui layanan telemedicine. Penguatan infrastruktur digital ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan memperluas jangkauan pasar bagi pelaku UMKM di daerah terpencil.

"Upaya ini penting agar manfaat konektivitas dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup di berbagai daerah," kata Telkomsat.

Integrasi layanan satelit menjadi prioritas untuk mengejar target pemerataan akses internet di Indonesia Timur agar setara dengan wilayah barat Indonesia. Langkah ini dipandang sebagai kunci utama dalam mendukung percepatan agenda transformasi digital nasional yang berkelanjutan.

Artikel terkait

Rekomendasi