Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pemasangan Jembatan Bailey sepanjang 90 meter di Desa Walahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, guna menunjang akses pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Pekerjaan infrastruktur ini mulai dilaksanakan sejak 27 April 2026 sebagai upaya memastikan kelancaran distribusi material pendidikan.
Proyek ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Menteri PU Dody Hanggodo guna mempercepat dukungan prasarana dasar di wilayah tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Pelaksanaan di lapangan melibatkan sinergi antara BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta dengan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis untuk mengejar target operasional sekolah.
Menteri PU Dody Hanggodo memberikan penegasan bahwa ketersediaan konektivitas jalan dan jembatan merupakan kebutuhan vital. Hal ini menjadi fondasi utama dalam mendukung mobilitas masyarakat serta menjamin kelancaran pembangunan layanan dasar bagi warga, khususnya di sektor pendidikan.
"Kementerian PU terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk kolaborasi antar unit organisasi, diantaranya untuk mengatasi keterbatasan akses dalam mobilisasi material pembangunan. Segala daya dan upaya akan kita lakukan untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat untuk adik-adik kita, dapat selesai dengan tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya," ujar Dody Hanggodo, Menteri PU.
Pemerintah menetapkan Sekolah Rakyat Tahap II di Kabupaten Brebes sebagai salah satu program prioritas yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Fasilitas pendidikan ini ditargetkan sudah dapat digunakan oleh para siswa pada tahun ajaran baru 2026 mendatang.
Hingga saat ini, laporan progres fisik menunjukkan pengecoran pada abutment 2 telah rampung 100 persen. Sementara itu, pengerjaan pada abutment 1 telah mencapai angka 75 persen dan proses perakitan alat pancang masih terus diintensifkan di lokasi proyek.
"Untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan, sejumlah peralatan dan material telah disiapkan antara lain 2 unit excavator, 1 unit tandem roller, 2 set alat pancang, 26 batang pipa pancang baja, serta komponen Jembatan Bailey lengkap beserta tenaga kerja pemasangannya," tutur Dody Hanggodo, Menteri PU.
Secara spesifikasi teknis, jembatan sementara ini memiliki lebar 4 meter dengan kapasitas beban maksimal mencapai 25 ton. Infrastruktur tersebut dirancang khusus untuk memastikan kendaraan pengangkut logistik pembangunan tidak terhambat selama masa konstruksi berlangsung.
"Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur prioritas melalui sinergi antar unit kerja dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat," tutup Dody Hanggodo, Menteri PU.