Kemenkes Ungkap Rekaman Suara Terakhir Dokter Magang Myta Aprilia Azmy

Kemenkes Ungkap Rekaman Suara Terakhir Dokter Magang Myta Aprilia Azmy
Foto: Ilustrasi Kemenkes Ungkap Rekaman Suara Terakhir Dokter Magang Myta Aprilia Azmy.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap rekaman suara terakhir Myta Aprilia Azmy, dokter magang lulusan Universitas Sriwijaya yang meninggal dunia akibat kondisi paru-paru berat pada Jumat (1/5/2026), setelah diduga mengalami beban kerja berlebih.

Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemenkes Rudi Supriatna Nata Saputra membeberkan kronologi melalui rekaman suara dan pesan singkat yang dikirimkan korban kepada sejumlah rekannya sejak awal April 2026, sebagaimana dilansir dari Nasional.

Rudi menjelaskan bahwa pada 1 April 2026, Myta sempat menceritakan kondisi fisiknya yang mengalami demam tinggi mencapai 40 derajat celsius kepada dr D yang saat itu bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD).

"'Kok kelihatan sakit nian' gitu. Myta bilang kan, 'Iyo Bang, batuk pilek, Bang, demam, panas nian. Silau dak bisa buka mato gitu kan'" kata Myta, menceritakan ulang kepada temannya.

Korban selanjutnya menuturkan upaya pengobatan mandiri yang telah dilakukan demi meredakan gejala mual serta menggigil yang ia rasakan selama bertugas.

"Napas aku panas. Hidung aku panas, semua hal ini ni panas. Sepanas itu, Ren memang. Tapi, aku menggigil. 'Minumlah, minum' kato Abang (dr D) tuh. 'Buka bae maskernyo'" cerita Myta, kepada temannya.

Dalam keterangan tersebut, korban juga mengungkapkan bahwa dr D menyarankannya untuk melepas masker agar proses pernapasan menjadi lebih ringan saat mengonsumsi obat-obatan.

"Aku make masker kan, aku batuk pilek kan, takut bae gitu kan. 'Buka bae eh biar napasnyo enak. Mual, Bang. Nak muntah gitu'. Ya sudah diambilnyo obat, lansoprazole, biaso sih memang" cerita Myta, kepada temannya.

Meski kondisi kesehatan tidak kunjung membaik, Myta tetap menjalankan jadwal jaga UGD pada 11 April 2026 dan sempat menerima bantuan infus dari rekannya dua hari kemudian bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

Puncak penurunan kondisi terjadi pada 15 April 2026 saat Myta menghubungi dr Astri melalui pesan suara dengan nada napas yang tersengal-sengal untuk meminta bantuan penggantian jadwal kerja.

"Astri Aku Aku mau minta tolong Mau minta tolong. Jadi, kalau dari jadwal kan Astri ini ya, apa, libur, ndak sih? Libur, ndak sih? Aku Mau minta tolong gantiin jadwal aku, yang pagi ini. Kalau misal Kamu Bisa Hari ini saja. Nanti yang malam biarlah Rena nanti yang gantiin Aku kayak Enggak kuat Astri" kata dr Myta, dengan suara sesak.

Permohonan tersebut akhirnya disetujui oleh rekannya, namun kesehatan Myta terus memburuk hingga harus dilarikan ke RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang pada 27 April 2026.

Korban sempat menjalani perawatan intensif di ruang isolasi infeksi dan ruang ICU sebelum akhirnya dinyatakan wafat pada awal Mei 2026 akibat komplikasi pada organ paru-parunya.

Artikel terkait

Rekomendasi