Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi meluncurkan program Nutri-Level untuk memperkuat regulasi pelabelan nutrisi pada produk minuman siap saji di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026). Inisiatif ini bertujuan menekan angka penyakit tidak menular dengan menggandeng mitra strategis dari sektor swasta dan akademisi.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Lippo Mall, Universitas Pelita Harapan (UPH), dan PT Siloam International Hospitals Tbk. Upaya tersebut menjadi respons terhadap tingginya beban kesehatan akibat penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian utama di Indonesia sebagaimana dilansir dari Medcom.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa kebijakan ini sangat krusial untuk mengendalikan angka kasus penyakit kritis seperti jantung dan stroke. Target utama pemerintah adalah meningkatkan kualitas serta durasi hidup sehat masyarakat secara nasional.
"Tugas utama kita adalah menaikkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 menjadi 76 tahun, serta memastikan masa hidup sehat atau healthy life expectancy naik dari usia 60 ke 65 tahun," ujar Budi Gunadi Sadikin, Menkes RI.
Budi menegaskan bahwa Nutri-Level dirancang sebagai gerakan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat melalui transparansi informasi kandungan gizi bagi setiap keluarga. Hal ini didukung data The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2023 yang mencatat rincian angka kematian akibat PTM di Indonesia.
"Program ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sebuah gerakan nasional untuk menyelamatkan nyawa dengan memberikan informasi nutrisi yang transparan kepada setiap keluarga," kata Budi Gunadi Sadikin, Menkes RI.
| Jenis Penyakit | Data Statistik |
|---|---|
| Kematian Akibat Stroke | 337.277 jiwa |
| Kematian Akibat Penyakit Jantung | 264.668 jiwa |
| Kematian Akibat Penyakit Ginjal | 56.118 jiwa |
| Kematian Akibat Hipertensi | 51.623 jiwa |
| Prevalensi Kasus Penyakit Ginjal | 35,2 juta kasus |
Menkes menyatakan bahwa keberhasilan program ini memerlukan sinergi dari seluruh komponen masyarakat termasuk pelaku industri untuk mendorong perubahan gaya hidup. Nutri-Level sendiri menggunakan klasifikasi kategori A hingga D untuk mengidentifikasi kandungan gula, garam, dan lemak (GGL).
"Program kesehatan akan berhasil apabila kita jalankan bersama-sama. Ini bukan hanya tentang bisnis, tapi itÔÇÖs about saving lives . Kita ingin masyarakat pindah ke lifestyle baru yang lebih sadar akan apa yang mereka konsumsi," tambah Budi Gunadi Sadikin, Menkes RI.
President Universitas Pelita Harapan, Stephanie Riady, memberikan dukungan terhadap kolaborasi ini yang akan memanfaatkan jaringan ritel luas untuk proses sosialisasi. Implementasi awal pelabelan ini sudah mulai diterapkan di gerai Fore Coffee dan Xing Fu Tang per 12 Mei 2026.
"Kesehatan masa depan ditentukan oleh kemudahan masyarakat dalam memahami informasi konsumsi harian mereka. Sosialisasi program Nutri-Level ini akan disiarkan melalui digital signingdi seluruh jaringan e-commerce dengan total 70 mall yang tersebar di 18 provinsi dan 37 kota di seluruh Indonesia," kata Stephanie Riady, President UPH.
Edukasi kesehatan tersebut diharapkan dapat menjangkau ruang-ruang publik yang dekat dengan aktivitas keseharian warga. Hal ini bertujuan agar transformasi pola hidup sehat dapat berjalan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
"Kami ingin memastikan edukasi kesehatan hadir di ruang yang dekat dengan aktivitas harian masyarakat, sehingga perubahan pola hidup dapat terjadi secara nyata dan berkelanjutan," tutup Stephanie Riady, President UPH.